Sidang Impeachment Sara Duterte: Direktur NBI Bersaksi, Agenda Sidang Terpotong
Baca dalam 60 detik
- Direktur NBI Melvin Matibag memberikan kesaksian tentang dugaan ancaman pembunuhan Wakil Presiden Sara Duterte terhadap Presiden Marcos, memperkuat tuduhan pola kekerasan.
- Sidang ditunda hingga Rabu karena pengacara Duterte meminta waktu memeriksa dokumen baru, sementara minggu ke-4 hanya akan berlangsung satu hari karena agenda kenegaraan Marcos.
- Jaksa penuntut menyebut pengungkapan kekayaan tak wajar sebagai langkah maju, sementara tim kuasa hukum Duterte mengkritik keputusan praperadilan yang dinilai sudah disiapkan sebelum sidang dimulai.

Senat Filipina kembali menggelar sidang impeachment terhadap Wakil Presiden Sara Duterte pada Selasa (21/7), memasuki hari kedelapan dengan menghadirkan Direktur Biro Investigasi Nasional (NBI) Melvin Matibag sebagai saksi kunci. Ketua Sidang Francis Escudero langsung memperingatkan Matibag agar tidak membuat pernyataan yang menyangkut anggota majelis hakim secara pribadi, menyusul ketegangan yang terjadi sebelum persidangan.
Matibag bersaksi di bawah Pasal IV yang menjerat Duterte atas dugaan ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez. Dalam kesaksiannya, ia mengungkapkan bahwa NBI berupaya membangun "pola kekerasan" yang dilakukan Duterte. Jaksa penuntut bahkan memutar video saat Duterte masih menjabat Wali Kota Davao City meninju seorang sheriff sebagai bukti pendukung.
Lebih lanjut, Matibag menyatakan kemiripan antara ancaman yang dilontarkan Duterte dengan ancaman yang kemudian diucapkan oleh adiknya, Wali Kota Davao City Sebastian Duterte, mengindikasikan adanya kemungkinan kolusi untuk membahayakan nyawa presiden. Saat ditanya Senator Bam Aquino tentang kemungkinan Duterte berbicara dengan seorang pembunuh bayaran, Matibag menjawab dengan yakin "100 persen" berdasarkan pernyataan sang wakil presiden sendiri.
Di luar ruang sidang, jaksa penuntut dari DPR menggelar konferensi pers untuk membantah tudingan bahwa Duterte di-impeach tanpa bukti yang cukup. Perwakilannya, Chel Diokno, menegaskan bahwa pengadilan Senat adalah forum yang tepat untuk membeberkan seluruh bukti. Ia menyebut perintah pengadilan terkait pengungkapan kekayaan sebagai "langkah maju yang besar" bagi penuntutan Pasal II tentang kekayaan tak wajar, meskipun kasus masih dalam tahap awal.
Sementara itu, tim kuasa hukum Duterte mengaku "terkejut" karena sebagian besar keputusan terkait dokumen keuangan telah disiapkan sebelum sidang resmi dimulai pada 6 Juli. Juru bicara tim pembela, Michael Poa, menyatakan pihaknya tetap menghormati keputusan pengadilan. Sidang lanjutan pemeriksaan silang terhadap Matibag dijadwalkan pada Rabu (22/7), dan Pasal I tentang dugaan penyalahgunaan dana rahasia tidak akan dibahas pada hari itu.
Ketua Sidang Escudero juga mengumumkan bahwa minggu ke-4 persidangan hanya akan berlangsung satu hari, mulai pukul 10.00 hingga 15.00, untuk mengakomodasi pidato kenegaraan Presiden Marcos pada 27 Juli dan aksi unjuk rasa Kontra-Sona pada 28 Juli. Sementara itu, Duterte sendiri diketahui berada di Den Haag, Belanda, selama sidang hari kedelapan.
Perkembangan persidangan ini menjadi sorotan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, karena dapat mempengaruhi stabilitas politik Filipina dan hubungan bilateral. Dengan agenda sidang yang semakin padat dan kontroversi seputar bukti serta prosedur, publik menanti apakah pengadilan mampu menyelesaikan kasus ini secara tuntas tanpa memperpanjang ketegangan politik yang sudah mengemuka.



