Conte Istirahat, Buka Peluang Kembali ke Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Antonio Conte memutuskan hengkang dari Napoli setelah dua musim, termasuk satu Scudetto, dan kini menikmati masa istirahat.
- Pelatih asal Italia itu mengisyaratkan keterbukaan untuk menangani tim nasional, dengan Timnas Italia menjadi kandidat utama.
- Gaji tinggi Conte disebut-sebut menjadi hambatan potensial jika ia kembali menukangi Gli Azzurri.

Antonio Conte memastikan dirinya akan mengambil waktu istirahat setelah dua musim menukangi Napoli, namun membuka peluang untuk kembali ke kursi pelatih Timnas Italia. Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku siap menunggu perkembangan yang mungkin terjadi dalam setahun ke depan.
Conte memutuskan meninggalkan Napoli meski masih memiliki sisa kontrak satu musim. Keputusan itu diambil setelah ia sukses membawa Partenopei meraih Scudetto di musim perdananya dan finis kedua di musim berikutnya meski dilanda krisis cedera. "Saya merasa tenang. Dua tahun yang indah di Napoli memberi saya banyak kebahagiaan dan kepuasan, juga pengalaman luar biasa secara manusiawi," ujar Conte kepada DAZN Italia.
Pelatih asal Lecce itu dikenal sebagai sosok yang menguras banyak energi saat bekerja. "Saya sadar kadang perlu istirahat dan memulihkan tenaga. Saya sangat senang dengan perjalanan saya di Napoli, sekarang saya bisa bersantai dan menonton sepak bola sambil menunggu kemungkinan situasi dan perkembangan selama setahun ke depan," tambahnya.
Nama Conte santer dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Italia yang saat ini lowong. Ia pernah menangani Gli Azzurri pada periode 2014โ2016 dan dianggap sebagai kandidat kuat bersama Andrea Pirlo dan Roberto Mancini. Namun, tuntutan gaji Conte yang tinggi disebut-sebut menjadi batu sandungan utama untuk kembali ke peran tersebut.
Saat ini Conte tengah menjadi pengamat di studio DAZN Italia untuk final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Ia memberikan pandangannya mengenai turnamen tersebut. "Empat tim yang mencapai semifinal adalah yang saya perkirakan. Spanyol mungkin yang paling mirip dengan klub. Lionel Scaloni mengejutkan saya, ia mampu menciptakan ikatan empatik dengan pemainnya. Tim bermain untuk rakyatnya, dan saya pikir Scaloni menikmati itu. Luis de la Fuente terlihat rileks dan tenang. Mungkin Argentina lebih merasakan tekanan daripada Spanyol malam ini," analisis Conte.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan karier Conte tentu menarik untuk diikuti. Jika ia kembali ke Timnas Italia, gaya permainan agresif dan disiplin taktisnya bisa menjadi warna baru bagi Gli Azzurri yang tengah dalam masa transisi. Namun, faktor finansial dan kesesuaian visi dengan federasi akan menjadi penentu.
Ke depannya, publik sepak bola akan menanti apakah Conte benar-benar kembali ke kursi pelatih tim nasional atau justru memilih tantangan baru di level klub. Yang jelas, Conte tidak menutup pintu untuk kembali ke dunia kepelatihan, dan Italia bisa menjadi destinasi berikutnya.



