Rintaro Sasaki Pilih MLB: Pemukul Rekor 140 Home Run Sekolah Menengah Jepang Bergabung dengan Miami Marlins
Baca dalam 60 detik
- Rintaro Sasaki, pemegang rekor home run sekolah menengah Jepang (140 HR), memilih bergabung dengan Miami Marlins dan menolak tawaran SoftBank Hawks.
- Keputusan ini menegaskan tren pemain muda Jepang yang lebih memilih tantangan di MLB daripada jalur aman di NPB, dengan Sasaki mengutamakan proses daripada hasil.
- Kiprah Sasaki di Stanford musim lalu (.262 AVG, 16 HR) menjadi modal berharga, namun tekanan adaptasi di organisasi Marlins yang sedang membangun kembali akan menjadi ujian sesungguhnya.

Pemukul fenomenal asal Jepang, Rintaro Sasaki, secara resmi memilih memulai karier profesionalnya di Amerika Serikat bersama Miami Marlins. Keputusan itu diumumkan dalam konferensi pers di Hanamaki, Prefektur Iwate, Minggu (19/7), sekaligus menolak tawaran dari SoftBank Hawks yang juga memilihnya dalam draf Nippon Professional Baseball (NPB) 2025.
Sasaki, 21 tahun, adalah pemegang rekor home run sepanjang masa untuk baseball sekolah menengah Jepang dengan 140 home run saat membela Hanamaki Higashi High School. Ia menjadi incaran dua klub sekaligus: Hawks di putaran pertama NPB dan Marlins di putaran kedelapan MLB (pilihan ke-235). Dengan tiga opsi di tangannya—MLB, NPB, atau kembali ke Stanford—Sasaki memilih jalan yang paling menantang.
"Saya ingin menjalani hidup di mana saya memilih untuk mengambil tantangan atau tidak, daripada hanya fokus pada sukses atau gagal," ujar Sasaki dalam konferensi pers. Pernyataan itu mencerminkan mentalitas yang jarang ditemukan pada atlet seusianya, apalagi yang sudah memiliki rekam jejak mentereng di level amatir.
Keputusan Sasaki mengikuti jejak sejumlah prospek Jepang yang memilih MLB langsung dari bangku kuliah AS, alih-alih melalui jalur NPB. Berbeda dengan Ohtani yang memulai di Jepang sebelum ke MLB, Sasaki mengambil rute yang lebih langsung—sebuah pilihan berisiko tinggi karena ia harus membuktikan diri di sistem organisasi yang sedang dalam fase rekonstruksi. Marlins, yang saat ini berada di dasar klasemen NL East, tengah membangun kembali dengan pemain muda berbakat.
Bagi penggemar baseball Indonesia, langkah Sasaki bisa menjadi inspirasi tersendiri. Meskipun baseball belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, kiprah atlet Asia di MLB kerap menjadi sorotan. Kehadiran Sasaki di Marlins—bersama prospek-prospek lain dari Asia—berpotensi memperluas basis penggemar MLB di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang mulai melirik siaran pertandingan melalui layanan streaming global.
Menurut analis baseball Jepang, pilihan Sasaki juga mengirim sinyal bahwa generasi baru pemain Jepang lebih berani mengambil risiko. "Dulu, pemain Jepang cenderung memantapkan diri di NPB dulu sebelum ke MLB. Tapi Sasaki dan beberapa pemain lain menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi sedini mungkin," ujar seorang pengamat olahraga yang enggan disebut namanya.
Dengan tenggat waktu yang semakin dekat—27 Juli untuk Marlins dan akhir bulan untuk Hawks—Sasaki harus segera menyesuaikan diri dengan budaya dan sistem latihan di Florida. Namun, latar belakangnya sebagai putra dari pelatih Hanamaki Higashi, Hiroshi Sasaki, yang pernah menangani Ohtani dan Kikuchi, memberinya keunggulan dalam hal disiplin dan pemahaman teknis.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Sasaki mengulang kesuksesan rekan senegaranya di MLB? Atau akankah tekanan ekspektasi menjadi batu sandungan? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti—dunia baseball akan menyaksikan dengan saksama langkah pertama pemukul rekor 140 home run itu di seragam Marlins.



