Pogacar Kokoh di Puncak Tour de France Usai Sapu Bersih Etape 14
Baca dalam 60 detik
- Tadej Pogacar memenangi etape 14 Tour de France dengan keunggulan 38 detik atas rekan setimnya, memperlebar jarak dari Jonas Vingegaard menjadi 4 menit 30 detik di klasemen umum.
- Penampilan dominan Pogacar di pegunungan Vosges menegaskan superioritasnya, sementara Vingegaard yang sempat memimpin serangan justru kehilangan waktu signifikan.
- Pogacar kini membidik rekor lima gelar juara Tour de France, menyamai legenda seperti Eddy Merckx dan Bernard Hinault, dengan performa yang sulit ditandingi rival.

Tadej Pogacar kembali menunjukkan dominasinya di Tour de France dengan memenangi etape 14 yang berat di pegunungan Vosges, Prancis timur, Sabtu (12/7). Pebalap Slovenia berusia 27 tahun itu finis 38 detik di depan rekan setimnya, Isaac del Toro, dan 44 detik di depan rival utamanya, Jonas Vingegaard, yang harus puas di posisi keempat. Kemenangan ini sekaligus memperlebar keunggulan Pogacar di klasemen umum menjadi 4 menit 30 detik atas Vingegaard, membuat kansnya untuk meraih gelar juara kelima kian terbuka lebar.
Etape sepanjang 155 kilometer dari Mulhouse ke Le Markstein ini diwarnai animo luar biasa dari ribuan penggemar yang memadati pinggir jalan sempit di kawasan perbatasan Jerman dan Swiss. Para pebalap harus melewati tanjakan curam dengan penggemar yang nyaris menyentuh mereka, menciptakan atmosfer yang menurut Pogacar "tak terlupakan". "Saya belum pernah melihat kerumunan seperti ini sebelumnya. Semua pebalap saling menghormati, dan dukungan ini memberi dorongan tambahan," ujar Pogacar usai balapan.
Pertarungan sengit terjadi sekitar delapan kilometer menjelang finis ketika Pogacar melancarkan akselerasi. Vingegaard, yang sempat memimpin tempo beberapa kilometer sebelumnya, berusaha mengikuti tetapi akhirnya tertinggal. Pogacar dengan irama pedal supercepat dan tenaga berkelanjutan kembali membuktikan keunggulannya. Bagi Vingegaard, yang dua kali mengalahkan Pogacar pada 2022 dan 2023, hasil ini menjadi pukulan telak meskipun ia datang dalam kondisi terbaik sejak kecelakaan parah pada 2024.
Remco Evenepoel dari Belgia tetap bertahan di posisi ketiga klasemen umum dengan selisih 5 menit 4 detik. Sementara itu, Mads Pedersen masih memegang jersey hijau untuk poin sprinter, dan Pogacar sendiri menguasai jersey polkadot untuk raja gunung. Pebalap muda Prancis, Paul Seixas (19 tahun), menjadi bintang lokal setelah finis ketiga di etape ini, disambut meriah penggemar tuan rumah.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, dominasi Pogacar mengingatkan pada era keemasan Miguel Indurain di tahun 1990-an. Dengan performa yang konsisten, Pogacar berpeluang menyamai rekor lima gelar juara yang dipegang Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Indurain. Namun, tantangan masih menanti pada etape 15 yang akan digelar Minggu (13/7) dengan finis tanjakan tak terkategori di Plateau de Solaison Brison. Akankah Vingegaard mampu bangkit atau Pogacar semakin tak terkejar? Pertarungan di pegunungan Alpen pekan depan akan menjadi jawabannya.



