Pilkada Negeri Sembilan: Koalisi Anwar Diuji di 36 Kursi, PN-BN Saling Dukung
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 103 kandidat bertarung di 36 kursi DPRD Negeri Sembilan, dengan 21 pertarungan tiga sudut dan 11 kontestasi langsung.
- Pakatan Harapan (PH) pimpinan Anwar Ibrahim mengincar dominasi, namun harus menghadapi kerja sama taktis antara Perikatan Nasional (PN) dan Barisan Nasional (BN).
- Hasil pemilu ini berpotensi memicu pemilu nasional lebih awal jika PH gagal mempertahankan kekuasaan di Negeri Sembilan.

Pertarungan merebut 36 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Negeri Sembilan resmi dimulai setelah Komisi Pemilihan Malaysia mengonfirmasi 103 kandidat bertarung pada pemungutan suara 1 Agustus mendatang. Ajang ini menjadi ujian bagi koalisi Perdana Menteri Anwar Ibrahim, Pakatan Harapan (PH), yang harus membuktikan daya tariknya di tengah manuver politik lawan yang mulai menyatu.
Komposisi kontestasi cukup beragam: 11 pertarungan langsung, 21 pertarungan tiga sudut, dua pertarungan empat sudut, dan dua pertarungan lima sudut. PH menurunkan kandidat di seluruh kursi, sementara Barisan Nasional (BN) hanya bertarung di 25 kursi. Sisanya, 11 kursi tanpa kandidat BN, menjadi celah yang dimanfaatkan Perikatan Nasional (PN) dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang justru saling berhadapan meski masih satu koalisi oposisi.
Fenomena paling menarik adalah kerja sama kampanye antara PN dan BN. Presiden Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Abdul Hadi Awang, menyatakan kedua kubu akan saling berkampanye untuk kandidat masing-masing. โKami akan membantu satu sama lain selama masa kampanye. Mereka akan berkampanye di daerah kami, dan kami di daerah mereka,โ ujarnya seperti dikutip Malay Mail. Namun, Ketua BN Ahmad Zahid Hamidi menegaskan kerja sama ini hanya bersifat โpemahamanโ taktis, bukan pakta resmi. โDengan pendekatan ini, Negeri Sembilan akan kembali diperintah BN. Gelombang biru telah tiba,โ katanya, merujuk pada warna partainya.
Sejumlah kursi menjadi sorotan utama. Caretaker Menteri Besar Aminuddin Harun dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) mencoba merebut Linggi dari BN, sebuah daerah yang sejak 1959 belum pernah memilih wakil rakyat non-UMNO. Aminuddin mengakui peluangnya masih 50-50. โSaya tidak 100 persen yakin. Namun, PH perlu memenangi kursi baru untuk membentuk pemerintahan yang stabil,โ ujarnya. Ia rela meninggalkan kursi lamanya, Sikamat, demi tantangan ini.
Di Chennah, Menteri Perhubungan Anthony Loke dari Partai Aksi Demokratik (DAP) akan bertarung langsung melawan kandidat BN, Siow Kong Choon. Loke mengandalkan rekam jejak sebagai petahana dua periode. โChennah selalu menjadi kursi 50-50 karena tidak ada satu pun etnis yang dominan. Kami butuh dukungan lintas komunitas,โ katanya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan membela Rantau, basis kuat BN, melawan debutan PH Azizul Hakim. Hasan mengingatkan agar kampanye tidak menyentuh isu monarki yang tengah sensitif.
Pemilu ini berlangsung di tengah kebuntuan istana dengan dua klaim takhta. Situasi itu memicu pembubaran DPRD oleh Aminuddin setelah anggota dewan dari UMNO menarik dukungan akibat penanganan krisis moneter, meski kemudian mereka menyatakan tetap bekerja sama. Analis menilai hasil pemilu Negeri Sembilan akan menjadi barometer bagi koalisi Anwar. Kegagalan PH mempertahankan kekuasaan bisa meningkatkan tekanan agar Perdana Menteri menggelar pemilu nasional lebih awal, terutama setelah perolehan suara PH yang buruk di Johor.
Dengan masa kampanye 14 hari, pertanyaan besarnya adalah apakah kerja sama taktis PN-BN mampu menggeser dominasi PH, atau justru memperkuat posisi Anwar di tingkat federal. Negeri Sembilan menjadi panggung utama politik Malaysia dalam sepekan ke depan.



