Empat Wajah Baru Warnai Kabinet Johor: Onn Hafiz Ingatkan 'Tak Ada Masa Bulan Madu'
Baca dalam 60 detik
- Empat anggota baru dilantik dalam susunan Dewan Eksekutif Johor, sementara enam petahana dipertahankan.
- Menteri Besar Onn Hafiz Ghazi menegaskan bahwa jabatan ini adalah amanah berat, bukan hak istimewa.
- Pelantikan ini menyusul kemenangan telak Barisan Nasional yang meraih 48 dari 56 kursi pada pemilu negara bagian 11 Juli lalu.

Menteri Besar Johor, Datuk Onn Hafiz Ghazi, secara resmi mengumumkan susunan baru Dewan Eksekutif (Exco) Johor pada Sabtu (18/7) yang menampilkan empat wajah baru di tengah pesan keras bahwa tidak akan ada masa transisi yang longgar bagi para anggota. Dalam konferensi pers di kediaman resminya di Saujana, Johor Baru, Onn Hafiz menekankan bahwa jabatan yang diemban bukanlah hak istimewa, melainkan tanggung jawab besar untuk melayani rakyat.
Enam anggota exco dari periode sebelumnya dipertahankan, yaitu Datuk Mohd Jafni Md Shukor (Bukit Permai), Mohd Hairi Mad Shah (Larkin), Mohd Fared Mohd Khalid (Semerah), Ling Tian Soon (Yong Peng), Lee Ting Han (Paloh), dan Mohamad Fazli Mohamad Salleh (Bukit Pasir). Sementara itu, empat anggota baru yang dilantik adalah Hasrunizah Hassan (Pulai Sebatang), Dr. Naqib Ghazali (Panti), Md Israk Abdullah (Kukup), dan P. Pannir Selvam (Perling).
โSaya ingatkan mereka, tidak ada masa bulan madu. Mandat yang diberikan rakyat harus diterjemahkan ke dalam pelayanan yang lebih efisien agar kita lebih fokus pada agenda Maju Johor 2030,โ ujar Onn Hafiz. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan di hadapan Pemangku Sultan Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, di Istana Bukit Serene pada pagi hari yang sama.
Kemenangan telak Barisan Nasional pada pemilu negara bagian ke-16, yang digelar 11 Juli lalu, menjadi latar belakang perombakan ini. Onn Hafiz sendiri dilantik sebagai Menteri Besar untuk periode kedua pada keesokan harinya. Dengan perolehan 48 dari 56 kursi, BN memiliki mayoritas kuat untuk menjalankan agenda pembangunan, termasuk target ambisius Maju Johor 2030 yang mencakup transformasi ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Pembagian portofolio exco menunjukkan keseimbangan antara pengalaman dan wajah baru. Lee Ting Han, petahana, dipercaya menangani investasi, perdagangan, urusan konsumen, dan sumber daya manusia. Sementara itu, Md Israk Abdullah, anggota baru, mengemban amanah di sektor pertanian, industri berbasis agro, dan pembangunan pedesaan. Portfolio pendidikan dan informasi diberikan kepada Dr. Naqib Ghazali, sedangkan P. Pannir Selvam mengurus persatuan, warisan, dan budaya. Anggota petahana lainnya memegang bidang perumahan, pemuda, agama, kesehatan, serta infrastruktur.
Bagi Indonesia, dinamika politik di Johor memiliki relevansi mengingat kedekatan geografis dan hubungan ekonomi yang erat, terutama di sektor perdagangan dan investasi. Keputusan kebijakan Johor, khususnya di bidang investasi dan perdagangan, dapat berdampak pada arus investasi lintas batas dan kerja sama bilateral. Dengan portofolio investasi yang dipegang oleh Lee Ting Han, pelaku usaha Indonesia perlu mencermati arah kebijakan yang akan diambil, terutama dalam konteks persaingan menarik investasi asing di kawasan ASEAN.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana susunan exco baru ini mampu mempercepat realisasi agenda Maju Johor 2030 di tengah ekspektasi publik yang tinggi. Tanpa masa transisi yang longgar, para anggota exco dituntut untuk segera bekerja dan menunjukkan hasil nyata bagi rakyat Johor.



