Investasi SpaceX Meraup Jutaan Dolar: Konflik Kepentingan di Pucuk SBA AS
Baca dalam 60 detik
- Kepala SBA AS, Kelly Loeffler, meraup keuntungan besar dari investasi di SpaceX dan xAI setelah IPO bersejarah perusahaan milik Elon Musk.
- Dua investasi senilai total hingga $10 juta dilakukan setelah pencalonannya, memicu pertanyaan etika karena SpaceX adalah kontraktor militer pemerintah.
- Setidaknya 10 pejabat Trump lainnya juga tercatat memiliki saham di SpaceX atau xAI, menimbulkan sorotan tentang potensi konflik kepentingan di kabinet.

Kepala Badan Usaha Kecil AS (SBA), Kelly Loeffler, menuai keuntungan finansial yang signifikan dari investasinya di perusahaan antariksa Elon Musk, SpaceX, setelah ia dicalonkan untuk jabatan tersebut. Berdasarkan penelusuran Reuters terhadap laporan keuangan yang diwajibkan, Loeffler meraup jutaan dolar dari penawaran umum perdana (IPO) SpaceX yang memecahkan rekor.
Laporan keuangan yang diajukan sebelum Loeffler resmi menjabat sebagai administrator SBA pada Februari 2025 menunjukkan bahwa ia menanamkan modal antara 1 juta hingga 5 juta dolar AS di xAI, perusahaan kecerdasan buatan dan media sosial milik Musk yang kemudian bergabung dengan SpaceX. Investasi tersebut tercatat pada 3 Januari 2025. Selanjutnya, pada tahun yang sama, Loeffler kembali menginvestasikan dana dalam kisaran yang sama di SpaceX dan xAI, sebagaimana terungkap dalam formulir pengungkapan tahun 2025 yang ditandatanganinya pada 14 Mei 2026. Dokumen itu diperoleh Reuters dari SBA pada 12 Juni lalu.
Investasi kedua Loeffler ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. Dua pengacara etika pemerintah independen membenarkan penilaian Reuters terhadap pengungkapan Loeffler. Yang menjadi perhatian, SpaceX merupakan kontraktor militer bagi pemerintah AS. Hukum federal melarang anggota kabinet untuk berpartisipasi dalam keputusan yang melibatkan perusahaan tempat mereka memiliki kepentingan finansial. Meskipun catatan publik tidak menunjukkan hubungan finansial langsung antara SBA dengan xAI atau SpaceX, dan xAI tidak tercantum dalam daftar publik alat AI yang digunakan pegawai SBA pada 2025, potensi konflik kepentingan tetap mengemuka.
Franco Granda, analis dari penyedia data PitchBook, menjelaskan bahwa semakin awal investasi dilakukan, semakin besar nilainya saat IPO. Valuasi xAI melonjak lebih dari 7.000 persen antara putaran investasi pertamanya dan 5 Januari 2025, sementara valuasi SpaceX lebih dari dua kali lipat pada 2025. Loeffler dan timnya tidak menanggapi permintaan komentar berulang kali terkait investasi SpaceX-nya.
Loeffler bukanlah sosok asing di dunia bisnis. Ia adalah mantan CEO pendiri Bakkt, platform perdagangan bitcoin, dan menghabiskan 16 tahun bekerja di Intercontinental Exchange, perusahaan yang memiliki Bursa Efek New York. Ia menikah dengan CEO Intercontinental Exchange, Jeffrey Sprecher, dan sempat mewakili Georgia di Senat AS. Kekayaan dan koneksinya yang luas memungkinkannya mengakses penempatan pribadi (private placement) yang biasanya hanya terbuka untuk individu dan institusi terpilih dengan sumber daya keuangan signifikan.
Bagi pembaca di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dan pengawasan ketat terhadap potensi konflik kepentingan di tubuh pejabat publik. Di tengah maraknya investasi di sektor teknologi dan antariksa, regulasi yang jelas dan penegakan etika menjadi krusial untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Ke depan, publik akan mengamati apakah langkah Loeffler ini akan memicu reformasi dalam aturan pengungkapan keuangan bagi pejabat kabinet, atau justru menjadi preseden yang memperlonggar batasan etika.



