Satgas TNI Temukan 5.000 Batang Ganja di Yahukimo, Ladang Tersembunyi di Pegunungan Papua
Baca dalam 60 detik
- Satgas Pamtas Yonif 725 menemukan 5.000 batang ganja di dua kampung di Yahukimo, Papua Pegunungan.
- Ladang ganja tersebut berada di medan terjal dan sulit dijangkau, menunjukkan upaya penyembunyian yang sistematis.
- TNI bersama Polri masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan di balik ladang narkotika itu.

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Mobile Yonif 725/Woroagi di bawah Komando Operasi TNI Habema berhasil mengungkap ladang ganja seluas dua lokasi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dengan total sekitar 5.000 batang tanaman siap panen. Temuan ini menjadi salah satu yang terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan bertahap yang mengandalkan informasi dari masyarakat dan pemetaan intelijen lapangan. Personel harus menempuh medan pegunungan terjal, cuaca ekstrem, dan akses jalan yang hampir tidak ada untuk mencapai titik-titik ladang.
"Setibanya di lokasi, personel melakukan pendataan, dokumentasi, dan pengamanan terhadap sekitar 5.000 batang tanaman ganja sebagai barang bukti. Seluruh proses dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum," ujar Wirya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7).
Wirya menambahkan bahwa di Kampung Air Garam, selain ganja, petugas juga menemukan satu busur dan 26 anak panah yang diduga digunakan untuk menjaga ladang. Keberadaan senjata tradisional ini mengindikasikan adanya upaya perlindungan terhadap tanaman ilegal tersebut dari gangguan pihak luar.
Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. "Penanganan perkara dilakukan melalui sinergi antara TNI, Polri, dan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing," tegas Wirya. Ia menekankan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Koops TNI Habema untuk melindungi masyarakat Papua, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Papua selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan peredaran narkotika, termasuk ganja, karena kondisi geografis yang sulit diawasi dan lemahnya penegakan hukum di daerah terpencil. Temuan ladang ganja di Yahukimo menjadi alarm bagi aparat untuk meningkatkan patroli dan intelijen di kawasan perbatasan yang kerap dijadikan jalur masuk barang ilegal dari Papua Nugini.
Ke depan, aparat dihadapkan pada tantangan untuk membongkar jaringan pemasaran dan pendanaan di balik ladang-ladang ganja tersebut. Pertanyaan besarnya, apakah penemuan ini akan diikuti dengan pengungkapan bandar besar yang selama ini memanfaatkan celah geografis dan lemahnya pengawasan di Papua Pegunungan?



