Saham Bank Diguyur Dana Asing, IHSG Terbang Mendekati 6.200
Baca dalam 60 detik
- Reli saham perbankan pada Jumat (17/7) mendorong IHSG naik 1,32% ke 6.188,33, dengan empat bank jumbo menyumbang lebih dari 50 poin.
- Investor asing membukukan pembelian bersih besar-besaran di BBCA, BMRI, dan BBRI, total lebih dari Rp728 miliar pada sesi I.
- Sentimen positif datang dari data investasi RI semester I-2026 yang tembus Rp1.010,6 triliun dan peresmian proyek gas Masela.

Lonjakan harga saham perbankan pada Jumat (17/7/2026) menjadi motor utama yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendekati level psikologis 6.200, ditopang derasnya aliran modal asing dan optimisme terhadap data makroekonomi domestik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melesat 1,32% atau 80 poin ke posisi 6.188,33, setelah sempat tertekan di awal sesi. Sektor finansial dan energi menjadi dua sektor dengan kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks, sementara sektor lainnya cenderung stagnan. Empat bank berkapitalisasi besarโBBCA, BBRI, BMRI, dan BBNIโsecara kolektif menyumbang lebih dari 50 poin dari total kenaikan IHSG.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mencatat kenaikan tertajam, melonjak 8,91% ke Rp1.895 per saham. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang naik 4,55% ke Rp2.990, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 4,42% ke Rp6.500, dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) bertambah 3,71% ke Rp4.470. Saham bank lapis kedua seperti PNBN, BNLI, dan BNGA juga ikut terkerek, menandakan reli yang merata.
Aliran dana asing menjadi katalis utama. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan investor asing memborong saham BBCA senilai Rp367,30 miliar, BMRI Rp198,05 miliar, dan BBRI Rp163,21 miliar pada sesi I. Ketiganya menduduki peringkat teratas net foreign buy di seluruh pasar. Fenomena ini mengindikasikan kepercayaan asing terhadap prospek perbankan Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Dari sisi fundamental, pelaku pasar merespons positif rilis data investasi semester I-2026 yang mencapai rekor Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan. Presiden Prabowo Subianto juga meresmikan proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku pada Kamis (16/7), yang dipandang mampu memperkuat neraca energi dan menarik investasi lanjutan. Sementara dari Amerika Serikat, data pasar tenaga kerja dan konsumsi ritel mengonfirmasi ketahanan ekonomi AS, meredakan kekhawatiran resesi global.
Di sisi lain, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) menjadi pemberat indeks, turun 3,94% dengan volume hanya 1 lot, menekan IHSG sebesar 7,94 poin. Namun, tekanan tersebut tidak cukup signifikan mengimbangi momentum positif sektor perbankan.
Pertanyaannya kini, apakah reli ini berkelanjutan? Dengan valuasi saham bank yang masih tergolong wajar dan aliran asing yang terus masuk, peluang penguatan lanjutan terbuka. Namun, investor perlu mencermati risiko kenaikan suku bunga acuan global dan potensi aksi ambil untung setelah kenaikan tajam dalam sepekan terakhir.



