Jenazah Pelaut India Hilang Ditemukan Usai Serangan Kapal di Oman
Baca dalam 60 detik
- Jenazah Heramb Karmarkar, insinyur kapal asal India, ditemukan Omani Coast Guard 60 jam setelah kapal GFS Galaxy diserang di lepas pantai Oman.
- Serangan yang dituduhkan kepada Iran ini melumpuhkan kapal berbendera Siprus dan memicu kekhawatiran India atas keselamatan pelayaran niaga di kawasan Teluk.
- Insiden terjadi saat Iran menutup Selat Hormuz dan melancarkan serangan balasan, mengancam jalur minyak global yang dilalui seperlima pasokan dunia.

Jenazah seorang pelaut India yang dilaporkan hilang setelah kapalnya diserang di perairan Oman akhirnya ditemukan oleh otoritas setempat. Manoj Yadav, pejabat Serikat Pelaut India, mengonfirmasi bahwa Heramb Karmarkar, 30 tahun, seorang insinyur mesin asal Pune, ditemukan oleh Omani Coast Guard pada Selasa malam, sekitar 60 jam setelah serangan terjadi.
Kapal kargo berbendera Siprus, GFS Galaxy, diserang pada Minggu lalu di lepas pantai Oman. Serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada ruang mesin dan memicu kebakaran yang melumpuhkan kapal. Dua puluh tiga awak lainnya, termasuk sepuluh warga negara India, berhasil dievakuasi pada hari yang sama. Komando Pusat Amerika Serikat menuding Tehran sebagai dalang serangan, meskipun Iran belum memberikan pernyataan resmi.
India, yang merupakan salah satu pemasok pelaut terbesar di dunia dengan lebih dari 320.000 pelaut aktif pada 2025, langsung bereaksi keras. Kementerian Luar Negeri India menyebut serangan terhadap kapal niaga dan infrastruktur sipil di kawasan itu "sangat mengkhawatirkan" dan mendesak agar tindakan tersebut dihentikan. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum konflik pecah pada 28 Februari.
Tehran sebelumnya mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan meluncurkan rudal serta drone ke negara-negara tetangga di Teluk sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat. Langkah ini semakin memperumit situasi keamanan maritim di kawasan yang sudah rapuh. Bagi India, keselamatan pelaut dan kelancaran jalur perdagangan di Teluk menjadi prioritas utama, mengingat banyaknya warga India yang bekerja di sektor pelayaran dan pentingnya jalur tersebut bagi pasokan energi domestik.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan jalur pelayaran di Timur Tengah. Meskipun tidak secara langsung terlibat, Indonesia sebagai negara maritim dengan lalu lintas kapal niaga yang padat perlu mewaspadai eskalasi konflik yang dapat mengganggu rantai pasok global. Kementerian Luar Negeri Indonesia belum memberikan pernyataan resmi, namun para pengamat menilai bahwa stabilitas Selat Hormuz sangat krusial bagi harga minyak dan kelancaran impor energi nasional.
Ke depan, pertanyaan besar yang mengemuka adalah apakah komunitas internasional mampu meredam ketegangan di Teluk sebelum lebih banyak korban jiwa berjatuhan. India, dengan pengaruh diplomatiknya, diperkirakan akan mendorong solusi damai melalui forum multilateral. Namun, dengan Iran yang terus menunjukkan sikap konfrontatif, risiko serangan susulan terhadap kapal niaga masih tetap tinggi.



