Liverpool Incar Bradley Barcola Rp 128 Miliar: Rekrutan Baru atau Ancaman bagi Rio Ngumoha?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan kembali membuka negosiasi dengan PSG untuk merekrut Bradley Barcola, pemain sayap Prancis berusia 23 tahun yang dibanderol £128 juta.
- Barcola dianggap lebih siap tampil di Premier League dibandingkan Rio Ngumoha, dengan catatan 21 kontribusi gol musim lalu dan kecepatan puncak 36,72 km/jam di Liga Champions.
- Kedatangan Barcola bisa menghambat perkembangan Ngumoha, yang musim lalu menjadi pemain muda andalan Liverpool, namun kini terancam kehilangan tempat utama.

Liverpool kembali mengincar pemain bintang untuk memperkuat lini serang mereka di era baru kepelatihan Andoni Iraola. Kali ini, nama Bradley Barcola, winger Paris Saint-Germain (PSG) berusia 23 tahun, muncul sebagai target utama. Klub asal Merseyside itu dikabarkan telah memulai pembicaraan baru dengan raksasa Ligue 1 Prancis untuk memboyong pemain yang dibanderol £128 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun tersebut.
Menurut laporan TEAMtalk, Barcola terbuka untuk pindah ke Anfield pada bursa transfer musim panas ini. Pemain Prancis itu disebut kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di bawah asuhan Luis Enrique, sehingga melihat Liverpool sebagai peluang untuk mengembangkan karier. Namun, harga yang diminta PSG menjadi batu sandungan utama. Angka £128 juta menjadikan Barcola sebagai salah satu pemain termahal yang pernah diincar Liverpool, sebanding dengan nilai transfer pemain top Eropa.
Keputusan Liverpool untuk mengejar Barcola tidak lepas dari kebutuhan mendesak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mohamed Salah, yang hengkang pada musim panas ini. Dengan kepergian Salah, lini depan Liverpool kehilangan salah satu pilar utamanya. Pelatih anyar Andoni Iraola, yang baru saja membawa Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, dituntut untuk segera membangun trisula baru yang tajam. Sebelumnya, Victor Munoz sudah bergabung, dan Barcola diharapkan menjadi pelengkap.
Perbandingan antara Barcola dan Rio Ngumoha, pemain muda Liverpool yang musim lalu tampil menonjol, menjadi sorotan. Ngumoha, yang baru berusia 17 tahun, mencatatkan 19 penampilan di Premier League dan mencetak dua gol, termasuk gol penentu kemenangan kontra Newcastle United. Namun, statistik Barcola jauh lebih mentereng. Musim lalu, ia mengoleksi 21 gol dan assist, unggul 18 kontribusi dari Ngumoha. Selain itu, kecepatan lari Barcola di Liga Champions mencapai 36,72 km/jam, masuk dalam lima besar sprint tercepat kompetisi. Ia juga unggul dalam jumlah dribel sukses per 90 menit.
Kehadiran Barcola tentu menjadi ancaman bagi menit bermain Ngumoha. Meskipun Iraola dikenal sebagai pelatih yang percaya pada pemain muda—terbukti dari rata-rata usia skuad Bournemouth yang muda—Ngumoha harus bersaing dengan pemain yang sudah matang. Barcola, yang juga tampil impresif bersama Prancis di Piala Dunia dengan dua gol dan satu assist, dinilai sebagai opsi siap pakai untuk bersaing di level tertinggi. Sementara Ngumoha, meskipun masuk skuad Inggris pra-Piala Dunia, gagal menembus tim final turnamen di Amerika.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan Liverpool terhadap Barcola menjadi tontonan menarik. Klub sebesar Liverpool selalu menjadi sorotan, dan keputusan transfer mereka kerap memengaruhi dinamika bursa pemain global. Jika transfer ini terealisasi, Liverpool akan memiliki lini depan yang lebih bertenaga, namun juga berisiko menghambat regenerasi pemain muda. Pertanyaan besarnya: apakah Iraola akan mampu menyeimbangkan ambisi instan dengan pengembangan jangka panjang, atau justru mengulangi kesalahan pendahulunya yang gagal memaksimalkan potensi pemain muda?



