Arsenal Diminta Alihkan Incaran ke Bouaddi, Bukan Guimaraes
Baca dalam 60 detik
- Arsenal butuh gelandang baru setelah Rice dan Zubimendi kelelahan, namun harga Bruno Guimaraes yang mencapai ยฃ100 juta menjadi batu sandungan.
- Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Lille berusia 18 tahun, tampil gemilang di Piala Dunia 2026 dan dinilai memiliki potensi lebih besar ketimbang Guimaraes yang sudah 29 tahun.
- Manchester City menjadi pesaing utama untuk Bouaddi yang dihargai ยฃ85 juta, namun Arsenal masih punya peluang jika bergerak cepat.

Kebutuhan Arsenal akan gelandang baru semakin mendesak setelah Declan Rice dan Martin Zubimendi menunjukkan tanda-tanda kelelahan parah di penghujung musim lalu. Namun, mahar transfer Bruno Guimaraes yang mencapai ยฃ100 juta membuat The Gunners harus berpikir ulangโdan nama Ayyoub Bouaddi muncul sebagai alternatif yang lebih menjanjikan untuk jangka panjang.
Rice, yang tampil di bawah performa terbaiknya bersama Inggris di Piala Dunia 2026 karena cedera dan sakit, harus ditarik keluar saat jeda pertandingan melawan Norwegia. Sementara Zubimendi, yang sempat dikalahkan Myles Lewis-Skelly dalam persaingan posisi hingga akhirnya hanya menjadi cadangan di final Liga Champions, juga butuh istirahat panjang. Keduanya mencatat menit bermain terbanyak di antara pemain lapangan Arsenal musim lalu, sebuah sinyal bahwa rotasi mutlak diperlukan.
Guimaraes, kapten Newcastle United yang berusia 29 tahun, memang menjadi target utama. Ia sudah terbukti di Premier League dan diinginkan langsung oleh Mikel Arteta. Namun, sikap The Magpies yang enggan melepas pemain Brasil itu dengan harga wajar membuat negosiasi buntu. Alternatif seperti Alex Scott dari Bournemouth juga tak murah, mencapai ยฃ80 juta.
Di sinilah Bouaddi masuk dalam radar. Gelandang Lille berusia 18 tahun itu baru saja tampil memukau di Piala Dunia 2026, terutama saat Maroko menahan imbang Brasil 1-1. Dalam laga tersebut, Bouaddi mendominasi lini tengah, termasuk mengungguli Guimaraes yang menjadi lawan langsungnya. Statistiknya impresif: 91% akurasi umpan, tiga dribel sukses, dan memenangkan sembilan dari 14 duel.
Menurut pengamat dari Como, Ben Mattinson, Bouaddi adalah "calon gelandang ยฃ100 juta" yang performanya di panggung besar sudah membuktikan potensi tersebut. Gaya bermainnya yang tenang, kemampuan memenangkan duel, serta kemahiran membawa bola dinilai lebih cocok untuk menjadi pelapis Zubimendi dibandingkan Guimaraes yang lebih ofensif. Meski Bouaddi belum pernah mencetak gol di level senior, Arsenal saat ini lebih membutuhkan pengatur ritme ketimbang pencetak gol dari lini kedua.
Kombinasi Bouaddi dengan Lewis-Skelly, yang juga masih belia, bisa menjadi fondasi lini tengah Arsenal untuk satu dekade ke depan. Namun, Manchester City dikabarkan menjadi klub yang paling mungkin mendapatkan tanda tangan pemain Maroko itu. Arsenal dan Manchester United juga telah melakukan pembicaraan dengan agen Bouaddi dalam setahun terakhir, tetapi belum ada keputusan final.
Bagi Arsenal, membajak Bouaddi dari bawah hidung City bukanlah tugas mudah. Namun, jika Arteta ingin membangun dinasti jangka panjang, menginvestasikan dana besar untuk pemain berusia 18 tahun yang sudah tampil gemilang di Piala Dunia mungkin lebih bijak ketimbang mengeluarkan dana serupa untuk Guimaraes yang masa puncaknya diperkirakan hanya tinggal beberapa tahun lagi. Pertanyaannya: berani kah Arsenal mengambil risiko itu?



