Lazio Resmi Rekrut Danilho Doekhi, Bek Gratisan dari Union Berlin
Baca dalam 60 detik
- Lazio mengamankan jasa Danilho Doekhi secara gratis setelah kontraknya di Union Berlin habis.
- Bek berusia 28 tahun itu telah tiba di Roma untuk menjalani tes medis dan menandatangani kontrak hingga 2029.
- Kedatangan Doekhi menjadi solusi darurat lini belakang Lazio yang ditinggal beberapa pemain.

Lazio bergerak cepat menambal lubang di lini pertahanan dengan mendatangkan Danilho Doekhi sebagai pemain bebas transfer. Bek berusia 28 tahun itu telah tiba di Roma pada Senin sore dan langsung menjalani serangkaian tes medis sebelum menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun, hingga Juni 2029.
Doekhi, yang merayakan ulang tahunnya beberapa pekan lalu, memutuskan tidak memperpanjang masa baktinya di Union Berlin setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni. Kepindahan ini menjadi reuni dengan pelatih Lazio, Marco Baroni, yang sebelumnya pernah menangani Doekhi di masa muda Ajax. Meski demikian, sumber internal klub menyebut negosiasi berjalan mulus karena status bebas transfer sang pemain.
Lazio memang tengah krisis bek tengah. Mereka baru saja melepas Mario Gila ke AC Milan dan sedang dalam proses transfer Alessio Romagnoli ke Al-Sadd. Meski kesepakatan Romagnoli belum final, kepergian dua pemain tersebut membuat lini belakang tim ibu kota keropos. Doekhi diharapkan bisa langsung menjadi starter mengingat pengalamannya di Bundesliga dan kompetisi Eropa.
Karier Doekhi dimulai di akademi Ajax, kemudian pindah ke Vitesse sebelum akhirnya hijrah ke Jerman pada musim panas 2022. Selama dua musim di Union Berlin, ia mencatatkan 65 penampilan di semua kompetisi dan menjadi andalan di jantung pertahanan. Postur tubuhnya yang kekar (1,90 m) dan kemampuannya dalam duel udara menjadi nilai jual utama. Menurut analis sepak bola Italia, kehadiran Doekhi memberikan opsi taktis bagi Baroni untuk menerapkan skema tiga bek atau empat bek.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Lazio di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Beberapa pemain Indonesia seperti Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan sempat dikaitkan dengan klub Eropa, meski belum ada yang menembus Serie A. Namun, kesuksesan Doekhi sebagai pemain bebas transfer yang langsung berkontribusi bisa menjadi inspirasi bagi pemain Asia Tenggara yang ingin menembus liga top Eropa. Selain itu, Lazio memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indonesia, sehingga setiap rekrutan baru selalu mendapat sorotan.
Dengan tambahan Doekhi, Lazio kini memiliki opsi bek tengah yang lebih variatif. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah ia bisa beradaptasi cepat dengan sepak bola Italia yang terkenal taktis dan defensif. Jika mampu tampil konsisten, Doekhi tidak hanya akan menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang bagi Lazio yang tengah membangun kembali skuatnya.



