Juventus Terjebak Kontrak Mahal: Openda Kembali ke RC Lens dengan Syarat Gaji Ditanggung
Baca dalam 60 detik
- Juventus berupaya melepas Lois Openda setelah performa buruknya musim lalu, dengan hanya mencetak dua gol dalam 34 pertandingan.
- RC Lens berminat memulangkan Openda dengan status pinjaman, namun Juventus harus menanggung sebagian besar gajinya.
- Lens yang lolos ke Liga Champions musim depan menawarkan panggung bergengsi bagi Openda untuk bangkit kembali.

Juventus tengah berjuang melepas penyerang asal Belgia, Lois Openda, yang menjadi salah satu pembelian paling mengecewakan di bursa transfer musim panas lalu. Klub asal Turin itu kini menghadapi dilema finansial setelah RC Lens, mantan klub Openda, menyatakan minat untuk membawanya kembaliโdengan satu syarat besar: Juventus harus menanggung sebagian besar gajinya.
Openda bergabung dengan Juventus dari RB Leipzig pada musim panas 2023 dengan skema pinjaman senilai โฌ3,25 juta yang diikuti kewajiban pembelian permanen sebesar โฌ42,75 juta ditambah bonus. Total biaya transfer mencapai sekitar โฌ46 juta. Namun, performanya di Serie A jauh dari harapan: hanya dua gol dari 34 penampilan di semua kompetisi. Jika kontraknya hanya berupa opsi, bukan kewajiban, Bianconeri pasti tidak akan mengaktifkan pembelian tersebut.
Kini Juventus berusaha mencari klub yang bersedia menampung Openda. Menurut laporan Footmercato di Prancis, RC Lens menjadi kandidat terdepan. Openda pernah bersinar di Lens pada musim 2022-23, mencetak 21 gol dan empat assist dalam 38 pertandingan, yang kemudian membawanya pindah ke RB Leipzig dengan nilai transfer โฌ40 juta. Kini Lens ingin memulangkannya dengan status pinjaman, tetapi masalah utama adalah gaji Openda yang tinggi.
Untuk merealisasikan kepulangan Openda, Juventus harus bersedia menanggung sebagian besar gajinya. Hal ini menjadi batu sandungan karena klub Italia itu sendiri tengah berupaya memangkas biaya operasional. Di sisi lain, RC Lens yang berhasil lolos ke Liga Champions musim depan menawarkan kesempatan bagi Openda untuk kembali bermain di level tertinggi, sesuatu yang tidak bisa diberikan Juventus musim depan.
Bagi pembaca di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa investasi besar di sepak bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil di lapangan. Klub-klub Eropa kerap terjebak dalam kontrak mahal yang sulit diakhiri, mirip dengan beberapa kasus di Liga Indonesia di mana pemain asing dengan gaji tinggi justru tampil mengecewakan. Keputusan Juventus untuk mengaktifkan kewajiban pembelian tanpa mempertimbangkan risiko performa menjadi pelajaran berharga bagi manajemen klub.
Menurut analis transfer, situasi ini menunjukkan betapa pentingnya klausul opsi dalam kontrak peminjaman. Tanpa klausul tersebut, klub bisa terjerat kewajiban finansial yang memberatkan. Juventus kini harus bernegosiasi dengan Lens dan mungkin mencari solusi lain jika kesepakatan tidak tercapai. Pertanyaannya, akankah Openda mampu mengembalikan performa terbaiknya di Lens, ataukah ini hanya akan menjadi babak baru dalam kariernya yang meredup?



