Liverpool Rekrut Kiper Timnas Inggris Khiara Keating dengan Status Bebas Transfer
Baca dalam 60 detik
- Khiara Keating bergabung dengan Liverpool setelah kontraknya di Manchester City berakhir, memperkuat lini belakang The Reds.
- Kiper berusia 22 tahun ini pernah meraih Golden Glove WSL termuda dan menjadi bagian skuad juara Euro 2025 Inggris.
- Kedatangan Keating menjadi sinyal ambisi Liverpool untuk bersaing di papan atas, sekaligus peluang baginya mendapatkan menit bermain reguler.

Liverpool resmi mendatangkan kiper timnas Inggris, Khiara Keating, dengan status bebas transfer setelah kontraknya di Manchester City berakhir. Kepindahan ini menjadi angin segar bagi The Reds yang tengah membangun skuad kompetitif untuk musim depan.
Keating, 22 tahun, kembali bersatu dengan manajer Gareth Taylor yang pernah membesutnya di City. Ia merupakan produk akademi Manchester City dan turut mengantar timnya meraih gelar juara Women's Super League (WSL) musim lalu. Namun, persaingan ketat dengan kiper Jepang Ayaka Yamashita membuatnya hanya tampil dalam empat pertandingan WSL musim lalu, meski City juga menjuarai Piala FA Wanita.
Kepergian Keating dari City sudah diisyaratkan sejak Juni lalu ketika ia menolak perpanjangan kontrak. Liverpool yang membutuhkan kiper baru setelah peminjaman Jennifer Falk berakhir pada Mei, langsung bergerak cepat. Keating menjadi rekrutan keempat Liverpool pada bursa transfer musim panas ini.
Meski minim menit bermain di musim lalu, Keating tetap dianggap sebagai salah satu kiper muda terbaik Inggris. Ia dipanggil pelatih Sarina Wiegman untuk laga kualifikasi Piala Dunia Wanita melawan Spanyol dan Ukraina, meski akhirnya absen karena gegar otak. Keating juga berambisi merebut tempat reguler di timnas untuk Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil.
Bagi Liverpool, kehadiran Keating diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang di bawah mistar. Manajer Gareth Taylor, yang pernah memberinya debut di WSL, percaya bahwa Keating memiliki potensi besar untuk berkembang. "Liverpool adalah klub besar dan tim wanita sedang berusaha mencapai kehebatan. Gaya sepak bola yang mereka mainkan cocok untuk saya dan posisi saya. Ini adalah proyek yang ingin saya ikuti," ujar Keating dalam pernyataan resminya.
Di sisi lain, keputusan Keating meninggalkan City demi menit bermain reguler menunjukkan ambisinya untuk terus berkembang. "Awal karier saya luar biasa, saya telah mendapatkan platform dan melakukannya dengan brilian. Tapi saya butuh bagian yang hilang dari teka-teki itu. Saya pikir Liverpool bisa menjadi tempat di mana saya bermain minggu demi minggu, mendapatkan waktu bermain yang baik, bermain dengan tim yang bagus, dan memenangkan trofi," tambahnya.
Transfer ini juga menjadi sinyal persaingan ketat di WSL musim depan. Liverpool yang musim lalu finis di papan tengah, kini mulai berani berinvestasi untuk mendekati papan atas. Sementara City kehilangan salah satu kiper muda potensialnya, namun masih memiliki Yamashita dan opsi lain di bawah mistar.
Ke depan, tantangan terbesar Keating adalah beradaptasi dengan sistem permainan Liverpool dan membuktikan bahwa ia layak menjadi kiper utama. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia akan kembali menjadi andalan timnas Inggris di ajang Piala Dunia mendatang.



