Max Whitlock Mundur dari Commonwealth Games: Cedera Tangan Gagalkan Comeback
Baca dalam 60 detik
- Max Whitlock, peraih tiga emas Olimpiade, mundur dari Commonwealth Games 2026 karena cedera tangan saat latihan.
- Atlet 33 tahun ini baru kembali dari pensiun untuk mengejar Olimpiade Los Angeles 2028, namun cedera memaksanya absen di Glasgow.
- Absennya Whitlock menambah daftar atlet top yang batal tampil, setelah perenang Australia Kaylee McKeown juga mundur karena demam kelenjar.

Max Whitlock, pesenam Inggris peraih tiga medali emas Olimpiade, dipastikan batal tampil pada Commonwealth Games 2026 di Glasgow setelah mengalami cedera tangan saat menjalani latihan. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Whitlock melalui akun Instagram resminya, Senin (14/4), dan menjadi pukulan telak bagi tim tuan rumah yang kehilangan salah satu bintang utamanya.
Whitlock, yang baru keluar dari masa pensiun pada November tahun lalu, menargetkan tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. Ia mengaku kariernya terasa "belum selesai" setelah gagal meraih medali di Olimpiade Paris 2024. Namun, cedera tangan yang dialaminya dalam sesi latihan memaksanya menarik diri dari ajang multicabang yang akan berlangsung pada 23 Juli hingga 2 Agustus mendatang.
โSaya sangat kecewa. Tidak ada pilihan lain selain mundur,โ tulis Whitlock dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa meskipun telah melakukan segala upaya untuk bisa tampil di Glasgow, waktu pemulihan tidak mencukupi. โMewakili Tim Inggris selalu berarti besar bagi saya. Saya bekerja keras untuk bisa berkontribusi lagi. Kemunduran adalah bagian dari olahraga, dan fokus saya sekarang adalah pulih dengan baik, mendukung tim, dan kembali lebih kuat.โ
Keputusan ini menjadi pukulan berat bagi Commonwealth Games yang tahun ini digelar di Glasgow, Skotlandia. Whitlock bukan satu-satunya atlet top yang batal tampil. Pekan lalu, perenang Australia Kaylee McKeown, peraih lima medali emas Olimpiade, juga mundur karena demam kelenjar. Dua absennya atlet kelas dunia ini mengurangi daya tarik kompetisi yang sejatinya menjadi ajang pembuktian bagi para atlet negara Persemakmuran.
Whitlock, yang kini berusia 33 tahun, memulai comeback-nya dengan mengikuti Kejuaraan Senam Inggris di Liverpool pada Maret lalu. Namun, penampilannya kurang meyakinkan setelah terjatuh di nomor palang sejajar dan mengalami cedera bahu ringan. Ia pun gagal melaju ke final kuda pelana, nomor andalannya. Cedera tangan yang dialami saat latihan menjadi puncak dari rangkaian masalah fisik yang menghambat persiapannya.
Dalam kariernya, Whitlock telah mengoleksi empat medali emas Commonwealth Games: tiga di Glasgow 2014 (tim, all-around, dan lantai) serta satu di Gold Coast 2018 (tim). Prestasinya di kancah internasional menjadikannya salah satu pesenam paling sukses yang pernah dimiliki Inggris. Absennya Whitlock tentu menjadi kerugian besar bagi tim tuan rumah yang berharap pada pengalaman dan kemampuannya.
Bagi Indonesia, Commonwealth Games mungkin bukan ajang prioritas utama, namun absennya atlet-atlet top seperti Whitlock dan McKeown mengurangi kualitas kompetisi secara keseluruhan. Atlet Indonesia yang berlaga di cabang senam, seperti pesenam artistik yang tengah naik daun, bisa memanfaatkan situasi ini untuk bersaing lebih leluasa. Namun, perlu dicatat bahwa level persaingan di Commonwealth Games tetap tinggi dengan kehadiran atlet dari Kanada, Australia, dan tuan rumah Skotlandia.
Ke depan, fokus Whitlock adalah pemulihan total sebelum kembali berlatih untuk Olimpiade Los Angeles 2028. Pertanyaan besarnya: mampukah ia bangkit dari cedera dan kembali ke puncak performa di usia yang sudah tidak muda lagi? Ataukah ini awal dari akhir karier gemilangnya?



