Ujian Terberat Wales: Hadapi Juara Dunia Afrika Selatan di Durban
Baca dalam 60 detik
- Wales akan berhadapan dengan Afrika Selatan di Kings Park pada laga penutup Nations Championship, setelah kalah dari Argentina.
- Kekalahan 35-21 dari Argentina menjadi pukulan realitas bagi Wales, yang sebelumnya mencatat tiga kemenangan beruntun.
- Pertandingan ini menjadi tolok ukur kemajuan Wales di bawah pelatih Steve Tandy, dengan tekanan fisik dan mental yang maksimal.

Wales menghadapi ujian terberat musim ini saat bertandang ke Durban untuk menantang juara dunia Afrika Selatan di Kings Park, Sabtu (16:40 BST). Laga ini menjadi penutup Nations Championship 2025-26 setelah tim asuhan Steve Tandy mengalami kekalahan 35-21 dari Argentina di San Juan.
Kekalahan dari Argentina menjadi tamparan keras bagi Wales yang sebelumnya meraih tiga kemenangan beruntun: melawan Italia di Six Nations, Fiji di pembuka Nations Championship, dan Barbarians dalam laga non-kap. Namun, performa fisik dan disiplin yang buruk membuat mereka harus mengakui keunggulan Pumas. "Kami sedikit kurang dalam hal fisik, tekel pertama, dan kecepatan di sekitar ruck โ hal-hal dasar yang harus dihadirkan di level ini," ujar pemain sayap Josh Adams.
Kini, Wales harus berhadapan dengan Afrika Selatan yang tengah dalam performa gemilang. Springboks sukses mengalahkan Inggris dan Skotlandia di Nations Championship, dan sebelumnya menghancurkan Wales 73-0 di Cardiff pada November lalu. Meski saat itu Wales diperlemah karena laga di luar jendela Test World Rugby, angka tersebut tetap menjadi noda besar. Adams menegaskan, "Tidak ada ujian yang lebih berat. Pertandingan ini akan menjawab banyak pertanyaan tentang di mana posisi kami."
Bagi pengamat rugbi di Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan betapa tim sekelas Wales pun kesulitan bersaing dengan raksasa Selatan. Pelajaran tentang pentingnya fundamental fisik dan disiplin taktik bisa menjadi referensi bagi perkembangan rugbi nasional. Meski Indonesia belum setara, konsistensi dalam aspek dasar seperti tekel dan kecepatan di ruck adalah kunci yang bisa diadopsi.
Adams menolak alasan kelelahan perjalanan. "Setiap tim harus bepergian. Skotlandia melakukannya dan mereka hampir menang. Tidak ada alasan," tegasnya. Namun, catatan sejarah menunjukkan Wales hanya sekali menang di Afrika Selatan, yaitu pada 2022 saat Wayne Pivac masih menukangi. Saat itu, Adams mencetak try penentu. Empat tahun kemudian, target Wales hanyalah tampil kompetitif.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Steve Tandy yang mulai membangun tim sejak 2023. Setelah kekalahan telak 73-0, publik Wales menuntut respons. Akankah Wales mampu bangkit dan setidaknya memberi perlawanan sengit, atau justru kembali terpuruk? Jawabannya akan terlihat di Kings Park akhir pekan ini.



