Thailand Perketat Pengawasan Penyelundupan Ganja, Beri Peringatan Keras ke Wisatawan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Thailand menginstruksikan aparat untuk meningkatkan pemeriksaan terhadap upaya penyelundupan ganja ke luar negeri, menyusul maraknya laporan kasus yang melibatkan warga asing dan lokal.
- Wisatawan diminta tidak membawa paket atau barang titipan orang lain karena berisiko terjerat jaringan narkotika transnasional dengan hukuman pidana berat.
- Meski ganja dilegalkan untuk keperluan medis di Thailand, ekspor dan pengangkutan melintasi perbatasan tetap ilegal dan tunduk pada hukum negara tujuan.

Pemerintah Thailand memperketat pengawasan terhadap penyelundupan ganja di bandara dan pos perbatasan, serta memperingatkan para pelancong agar tidak membawa barang titipan yang tidak diketahui isinya. Langkah ini diambil setelah otoritas menemukan peningkatan kasus penyelundupan ganja dari Thailand ke berbagai negara, yang melibatkan modus pengiriman melalui penumpang pesawat.
Juru Bicara Wakil Pemerintah Thailand, Ploythalay Laksameesaengjan, mengatakan bahwa instansi terkait telah diinstruksikan untuk meningkatkan inspeksi secara ketat. Peringatan ini berlaku bagi warga Thailand maupun wisatawan asing yang kedapatan membawa, menyelundupkan, atau menerima bayaran untuk mengangkut ganja, bunga ganja, atau produk yang mengandung ganja ke luar negeri.
Ploythalay menegaskan bahwa pelonggaran parsial aturan ganja untuk tujuan medis di Thailand tidak memberikan izin kepada siapa pun untuk membawa tanaman tersebut atau produk turunannya ke luar negeri. Ekspor dan pengangkutan ganja melintasi perbatasan Thailand tetap dikontrol secara ketat dan dapat dikenakan sanksi pidana berat.
Menurut Ploythalay, wisatawan tidak boleh menganggap bahwa produk yang legal di Thailand otomatis bisa dibawa ke negara lain. Produk tersebut tetap tunduk pada kontrol ekspor Thailand serta hukum negara tujuan dan negara transit. Ia juga memperingatkan agar pelancong menolak tawaran pekerjaan kurir berbayar atau tawaran online untuk mengangkut barang ke luar negeri, karena bisa jadi mereka tidak mengetahui isi sebenarnya dari paket atau koper yang dibawa.
Peringatan ini bertujuan mencegah masyarakat terlibat, baik secara sadar maupun tidak, dalam operasi penyelundupan ganja transnasional. Pemerintah Thailand juga meminta kerja sama publik untuk melaporkan aktivitas mencurigakan yang terkait dengan penyelundupan lintas batas.
Bagi pelancong asal Indonesia, peringatan ini menjadi pengingat penting. Meskipun Thailand telah melonggarkan aturan ganja medis, membawa ganja dalam bentuk apa pun ke Indonesia tetap ilegal dan diancam hukuman berat. Indonesia memiliki undang-undang narkotika yang sangat ketat, dan pelanggaran terkait ganja bisa berujung pada hukuman penjara puluhan tahun atau bahkan hukuman mati. Oleh karena itu, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Thailand harus benar-benar memahami bahwa membawa ganja kembali ke tanah air adalah tindakan kriminal yang sangat berisiko.
Ke depan, pengawasan ketat ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya lalu lintas wisatawan pasca-pandemi. Pertanyaannya, apakah Thailand akan mampu menyeimbangkan kebijakan ganja medis yang longgar dengan upaya pemberantasan penyelundupan yang efektif? Atau justru akan muncul modus-modus baru yang lebih canggih untuk mengelabui petugas?



