Pemilu Johor: 55 Calon Kehilangan Deposit, Partai Muda Paling Terpukul
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 55 kandidat kehilangan uang jaminan setelah gagal meraih seperdelapan suara dalam pemilu negara bagian Johor.
- Perikatan Nasional menjadi koalisi dengan jumlah calon terbanyak yang kehilangan deposit, yaitu 21 orang, sementara partai baru Bersama kehilangan seluruh 15 calonnya.
- Calon berusia 18-40 tahun menyumbang 41% dari total kehilangan deposit, mencerminkan tantangan elektoral bagi generasi muda.

Sebanyak 55 kandidat yang bertarung pada pemilihan umum negara bagian Johor ke-16 harus merelakan uang deposit mereka setelah gagal memenuhi ambang batas minimal suara, yakni seperdelapan dari total suara sah. Angka ini mencerminkan tingginya tingkat persaingan dan fragmentasi politik di negara bagian tersebut.
Koalisi Perikatan Nasional (PN) mencatatkan jumlah calon terbanyak yang kehilangan deposit, yaitu 21 orang dari total 33 kandidat yang mereka usung. Partai-partai anggota PN seperti Bersatu (16 calon), PAS (11), MIPP (5), dan Pejuang (1) gagal memperluas pengaruh mereka. Bahkan, PN kehilangan tiga kursi yang sebelumnya mereka menangkan pada pemilu 2022, yaitu Bukit Kepong, Maharani, dan Endau.
Partai Bersama Malaysia (Bersama), yang baru pertama kali bertarung di panggung politik nasional, mengalami pukulan telak. Seluruh 15 kandidatnya kehilangan deposit, menandakan bahwa partai baru masih kesulitan menembus basis pemilih yang sudah mapan. Sementara itu, tujuh kandidat dari koalisi Pakatan Harapan (PH) juga gagal mempertahankan deposit mereka.
Fenomena menarik terlihat pada kelompok usia muda. Kandidat berusia antara 18 hingga 40 tahun menyumbang 41 persen dari total kehilangan deposit, atau 21 dari 51 calon di kelompok usia tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun generasi muda antusias mencalonkan diri, mereka masih menghadapi hambatan elektoral yang signifikan, baik dari segi popularitas maupun mesin partai.
Di sisi lain, Barisan Nasional (BN) keluar sebagai pemenang mutlak dengan meraih 48 dari 56 kursi yang diperebutkan. Rinciannya, Umno memperoleh 36 kursi, MCA delapan kursi, dan MIC empat kursi. Kemenangan ini memperkuat dominasi BN di Johor dan memberi mereka mayoritas dua pertiga di dewan negara bagian. Pakatan Harapan hanya mampu merebut delapan kursi, dengan rincian DAP enam kursi, PKR satu kursi, dan Amanah satu kursi.
Kegagalan PN, Bersama, Muda, Asli, PSM, dan kandidat independen untuk memenangkan satu kursi pun menunjukkan bahwa peta politik Johor masih didominasi oleh koalisi besar. Bagi partai-partai kecil dan baru, pemilu ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya membangun basis dukungan yang kuat sebelum bertarung di kontestasi elektoral. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mereka akan mampu bangkit dan memperbaiki strategi pada pemilu mendatang, atau akan semakin terpinggirkan dalam panggung politik Malaysia.



