Buttler Bintang, Inggris Hancurkan India dan Rebut Peringkat Satu T20
Baca dalam 60 detik
- Jos Buttler mencetak 131 run, rekor tertinggi dalam karier T20, membawa Inggris menang 56 run atas India di Southampton.
- Kemitraan 233 run antara Buttler dan Harry Brook menjadi rekor T20 Inggris, mengantar tim tuan rumah ke total 257-8, tertinggi ketiga sepanjang masa.
- Kekalahan ini membuat India kehilangan peringkat satu dunia T20 dan mencatat rekor buruk enam kekalahan beruntun di format tersebut.

Kapten Inggris Jos Buttler menggelar pertunjukan memukau dengan skor 131 run dari 64 bola, membawa timnya menaklukkan India dengan selisih 56 run pada laga kelima seri T20 di Southampton, Minggu (16/7). Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Inggris ke puncak peringkat dunia T20, menggusur India yang sebelumnya bertengger di posisi teratas.
Buttler, yang sempat mengalami penurunan performa dalam beberapa pertandingan terakhir, kembali ke bentuk terbaiknya dengan perpaduan sentuhan halus dan pukulan keras. Angka 131 run tersebut menjadi skor tertinggi sepanjang karier T20-nya. Ia berduet dengan kapten Harry Brook yang mencetak 95 run tidak terkalahkan dari 45 bola, membangun kemitraan 233 runโrekor baru untuk Inggris di T20 internasional.
Total 257-8 yang dikumpulkan Inggris menjadi skor tertinggi ketiga mereka di T20 internasional dan yang tertinggi yang pernah dicetak melawan India. Menghadapi target raksasa itu, India hanya mampu membalas 201-8, dengan Ishan Kishan (56) dan Tilak Varma (53) menjadi satu-satunya pemain yang mencapai setengah abad. Penampilan buruk di lapangan, termasuk beberapa kesalahan tangkapan, membuat India tak pernah benar-benar mengancam.
Kekalahan ini memastikan India menutup seri lima pertandingan tanpa satu kemenangan punโuntuk pertama kalinya dalam sejarah mereka di seri T20. Lebih memprihatinkan lagi, India kini mencatat enam kekalahan beruntun di pertandingan T20 yang selesai, setelah sebelumnya kalah mengejutkan dari Irlandia di awal tur Eropa mereka.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, dominasi Inggris ini menegaskan pergeseran peta kekuatan di kriket T20. Inggris, yang juga juara dunia T20, kini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan di kandang, tetapi juga mampu tampil konsisten di berbagai kondisi. Sementara India, yang selama ini dianggap sebagai raksasa T20, mulai menunjukkan kerapuhan, terutama saat berhadapan dengan bola cepat dan tekanan skor tinggi.
Pelatih India, Rahul Dravid, dipastikan akan menghadapi tekanan besar untuk membenahi performa tim, terutama di sektor bowling dan fielding yang menjadi titik lemah sepanjang seri. Di sisi lain, Inggris di bawah kapten baru Harry Brook menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa, dengan Buttler kembali ke performa terbaiknya tepat pada waktunya.
Pertanyaan besarnya kini: akankah India mampu bangkit kembali saat mereka menjalani seri kandang melawan Australia dan Afrika Selatan dalam beberapa bulan ke depan? Ataukah era baru dominasi Inggris di T20 baru saja dimulai?



