Ryu Cetak Sejarah dengan 60 Pukulan, Kokoh di Puncak Evian Championship
Baca dalam 60 detik
- Haeran Ryu membukukan rekor putaran terendah dalam sejarah major golf putri dengan skor 60, 11-under par, di Evian Championship.
- Pegolf Korea Selatan itu unggul tiga pukulan dari pesaing terdekat, Akie Iwai, dan berpeluang meraih major kedua beruntun.
- Lottie Woad, yang memimpin di hari sebelumnya, terpeleset ke posisi keenam setelah mencatat skor 72.

Haeran Ryu, pegolf asal Korea Selatan, mencatatkan namanya dalam buku rekor major golf putri setelah memainkan putaran ketiga Evian Championship dengan skor fantastis 60, 11-under par, di รvian-les-Bains, Prancis, Sabtu (13/7). Skor tersebut sekaligus menjadi putaran terendah dalam sejarah kejuaraan major putri, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Hyo Joo Kim (2014), Jeong-eun Lee6, dan Leona Maguire (2021) yang sama-sama menorehkan 61 pukulan.
Pencapaian ini membawa Ryu ke puncak klasemen sementara dengan total 19-under par, unggul tiga pukulan dari Akie Iwai (Jepang) yang berada di posisi kedua. Ryu, yang saat ini menempati peringkat tujuh dunia, berpeluang memenangkan major kedua secara beruntun setelah sukses di Women's PGA Championship bulan lalu. Ia nyaris mencatat skor 59, namun putt eagle sejauh 30 kaki di hole 18 par-5 meleset tipis.
"Setelah putt, saya menghitung skor dengan caddy saya... 'Ya Tuhan, ini 11-under par hari ini'. Sungguh luar biasa. Saya sangat bahagia sekarang," ujar Ryu seperti dikutip BBC. Ia mengaku tidak sadar sedang berada di ambang putaran sub-60 hingga akhirnya menyadari setelah menghitung skor.
Ryu mencatat sembilan birdie dan satu eagle di hole 6 par-4. Performa apiknya membuat persaingan di Evian Championship semakin menarik, apalagi turnamen ini merupakan major keempat dari lima major dalam kalender golf putri tahun ini. Jika Ryu mampu mempertahankan performa, ia akan menjadi pegolf pertama sejak Inbee Park (2013) yang memenangkan dua major berturut-turut.
Sementara itu, Lottie Woad (Inggris) yang memimpin di putaran kedua harus merosot tajam. Pegolf berusia 22 tahun itu hanya mampu mencatat satu-over par 72, membuatnya turun ke posisi keenam bersama Mao Saigo (Jepang) dan beberapa pegolf lain dengan skor 10-under par. Woad kini tertinggal sembilan pukulan dari Ryu.
Di sisi lain, Akie Iwai menunjukkan konsistensi dengan delapan birdie dan dua bogey, sementara Brooke Henderson (Kanada) mencatat eagle di hole 7 dan 15 dalam putaran 64. Persaingan untuk posisi runner-up masih terbuka lebar, dengan Mao Saigo dan Henderson berada di 12-under par.
Bagi penggemar golf di Indonesia, pencapaian Ryu menjadi sorotan karena menunjukkan dominasi pegolf Asia di kancah internasional. Korea Selatan terus melahirkan pegolf putri kelas dunia, dan rekor ini menegaskan bahwa persaingan di level tertinggi semakin ketat. Turnamen ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pegolf Indonesia yang mulai menembus panggung global.
Putaran final Evian Championship akan digelar Minggu (14/7). Ryu mengaku tidak mau terlalu percaya diri. "Ya, itu mimpi yang luar biasa. Saya hanya ingin mimpi itu menjadi kenyataan, tapi kami masih punya satu hari lagi dan Akie adalah pemain yang cukup bagus. Semua orang sangat baik," katanya. Pertanyaan besarnya: mampukah Ryu mempertahankan keunggulan dan mencatat sejarah ganda?



