Kemenangan Irlandia atas Jepang: Skor Menipu, Kata Farrell
Baca dalam 60 detik
- Irlandia menang 36-20 atas Jepang dalam Nations Championship, namun pelatih Andy Farrell mengakui skor tidak mencerminkan jalannya pertandingan yang alot.
- Debutan Sean Jansen menjadi bintang dengan satu try dan dinobatkan sebagai pemain terbaik, sementara Irlandia melakukan sembilan perubahan pemain dari laga sebelumnya.
- Jepang, yang baru saja mengalahkan Italia, menunjukkan peningkatan signifikan dan hampir membalikkan keadaan pada menit ke-70 sebelum akhirnya kalah.

Pelatih Irlandia, Andy Farrell, tidak sepenuhnya puas meski timnya sukses mengalahkan Jepang 36-20 dalam lanjutan Nations Championship di Newcastle, Australia, Sabtu (28/10). Ia menilai kemenangan dengan selisih 16 poin itu terlalu manis dibandingkan performa sebenarnya di lapangan.
"Jika Anda lihat, skor memang skor, tetapi itu sedikit menipu, terutama dengan sifat pertandingan yang terputus-putus, banyak kesalahan, dan sebagainya," ujar Farrell seusai laga. Irlandia unggul berkat lima try dari Nick Timoney, Tom O'Toole, Robbie Henshaw, debutan Sean Jansen, dan Tom Stewart. Sementara Jepang membalas lewat Taira Main dan Hayate Era.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Irlandia yang melakukan sembilan perubahan pemain dari kemenangan minggu lalu atas Australia (33-31). Kapten tim, Tadhg Beirne, yang memimpin untuk pertama kalinya, mengakui kelemahan pada set-piece menjadi celah yang dimanfaatkan Jepang. "Kami terus menerus menembak kaki sendiri, entah karena disiplin atau memberi mereka akses, terutama di babak kedua," kata Beirne.
Salah satu titik terang bagi Irlandia adalah performa Sean Jansen, pemain kelahiran Selandia Baru yang baru pertama kali tampil di level internasional. Ia nyaris mencetak try di babak pertama sebelum dihentikan tekel gemilang Tiennan Costley, namun akhirnya berhasil menuntaskannya di babak kedua. "Bermimpi menjadi kenyataan bisa menang di laga debut," ujar Jansen yang langsung mendapat pujian dari Farrell: "Cara dia menyerang pertandingan sebagai debutan menjadi pelajaran bagi semua orang."
Di kubu Jepang, pelatih Eddie Jones yang kembali mendampingi tim setelah menjalani skorsing empat pertandingan, tetap optimistis. Ia menilai timnya menunjukkan peningkatan signifikan meski belum mampu mengulang kemenangan atas Italia pekan lalu. "Pada menit ke-70, skor 26-20, kami berada di area 22 mereka dan punya peluang memenangkan pertandingan. Tapi kami belum cukup baik," kata Jones. Ia menambahkan, "Trajektori tim jelas menuju arah yang benar dan ada peluang untuk melanjutkannya melawan Prancis."
Bagi pencinta rugby di Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena memperlihatkan bagaimana tim non-unggulan seperti Jepang mampu merepotkan raksasa Eropa. Dengan persiapan menuju Piala Dunia 2027, performa Jepang patut diwaspadai jika nantinya bertemu tim Asia lainnya. Sementara Irlandia, yang akan menghadapi Selandia Baru pekan depan, masih harus membenahi konsistensi permainan jika ingin bersaing di level tertinggi.



