Chelsea Siap Bayar Klausul £51 Juta untuk Diogo Costa, Xabi Alonso Jadi Kunci
Baca dalam 60 detik
- Chelsea memimpin perburuan kiper Porto Diogo Costa, dengan manajer baru Xabi Alonso secara pribadi mendukung transfer tersebut.
- Klausul rilis £51 juta dianggap sepadan mengingat performa Costa yang mencatatkan 80 persen penyelamatan musim lalu, tertinggi di Liga Portugal.
- Langkah ini menjadi sinyal perombakan besar di lini belakang Chelsea setelah finis di peringkat 10 dan kritik tajam dari legenda klub.

Chelsea semakin serius membenahi sektor kiper mereka setelah mengincar Diogo Costa, penjaga gawang FC Porto yang disebut-sebut memiliki klausul rilis sebesar £51 juta. Manajer anyar The Blues, Xabi Alonso, dikabarkan menjadi motor di balik rencana transfer ini, menjadikan klub London Barat itu sebagai kandidat terdepan dalam perburuan pemain internasional Portugal tersebut.
Kebutuhan Chelsea akan kiper kelas dunia bukanlah isapan jempol belaka. John Obi Mikel, mantan gelandang klub, secara blak-blakan menyoroti kelemahan di posisi tersebut setelah kekalahan dari Arsenal musim lalu. “Kami tidak punya kiper top untuk bersaing merebut gelar Premier League,” ujarnya, merujuk pada inkonsistensi Robert Sanchez dan Filip Jorgensen yang kerap melakukan kesalahan fatal. Statistik membenarkan kekhawatiran itu: Sanchez hanya mencatat persentase penyelamatan 67,6 persen, jauh di bawah rata-rata kiper utama klub papan atas.
Diogo Costa, 25 tahun, tampil sebagai solusi ideal. Musim lalu ia menorehkan 21 clean sheet dalam 33 pertandingan Liga Portugal dan memimpin liga dengan persentase penyelamatan 80 persen—jauh melampaui Gianluigi Donnarumma (72,9 persen) yang menjadi yang terbaik di Premier League. Performanya di Piala Dunia 2022 juga patut diacungi jempol, termasuk enam penyelamatan krusial saat menahan imbang Kolombia tanpa gol. Jurnalis Oupa Khalanga Baloyi bahkan menyebutnya sebagai “kiper luar biasa” yang layak diandalkan.
Keputusan Chelsea untuk menggelontorkan dana besar di bursa transfer musim panas ini bukan tanpa alasan. Menurut jurnalis kenamaan David Ornstein, BlueCo—konsorsium pemilik klub—telah memberi lampu hijau untuk belanja besar-besaran demi memperbaiki skuad yang musim lalu terpuruk di peringkat 10. Selain itu, Jorgensen dilaporkan telah meminta hengkang, sehingga Chelsea kemungkinan harus melepas Sanchez untuk memberi ruang bagi Costa.
Dari sudut pandang taktis, kedatangan Xabi Alonso sebagai manajer membawa angin segar. Alonso, yang sebelumnya sukses di Bayer Leverkusen, dikenal menginginkan kiper yang mampu memulai serangan dari belakang dan memiliki refleks tinggi—kriteria yang dimiliki Costa. Jika transfer ini terealisasi, Chelsea tidak hanya mendapatkan kiper tangguh, tetapi juga pemimpin lini belakang yang disegani di level internasional.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Chelsea ini menarik untuk diikuti. Persaingan di Premier League musim depan diprediksi semakin ketat, dan perombakan besar di Chelsea bisa mengubah peta kekuatan. Apakah Costa akan menjadi kunci kebangkitan The Blues, atau justru menjadi investasi mahal yang tidak membuahkan hasil? Hanya waktu yang akan menjawab.



