Irlandia Kalahkan Jepang 36-20, Puncaki Klasemen Nations Championship
Baca dalam 60 detik
- Irlandia mengamankan kemenangan bonus-point kelima atas Jepang di Newcastle, Australia, Sabtu lalu.
- Pelatih Andy Farrell menurunkan empat pemain debutan, namun mengakui performa tim masih jauh dari sempurna.
- Jepang menunjukkan perkembangan signifikan di bawah Eddie Jones, hanya tertinggal enam poin hingga 10 menit akhir.

Irlandia sukses mempertahankan rekor sempurna di Nations Championship setelah menundukkan Jepang 36-20 di Newcastle, Australia, Sabtu (12/7). Kemenangan ini mengantarkan mereka ke puncak klasemen dengan koleksi 10 poin penuh dari dua pertandingan pertama.
Pelatih Andy Farrell melakukan rotasi besar-besaran dengan menurunkan empat pemain debutan: Billy Bohan, Sam Illo, dan Bryn Ward dari bangku cadangan, serta Sean Jansen yang langsung mencetak try pertamanya di level internasional. Meski demikian, Farrell mengakui permainan timnya masih jauh dari rapi. "Saya lebih merasa lega daripada puas," ujarnya. "Jepang adalah tim bagus yang terus memberi tekanan. Skor akhir mungkin menyanjung kami, tapi ada banyak kesalahan di lapangan."
Jepang, yang secara teknis menjadi tuan rumah di Newcastle, justru membuka keunggulan lebih dulu melalui try spektakuler sejauh 60 meter dari Taira Main. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Paket penyerang Irlandia yang lebih dominan mulai mendominasi, dengan Nick Timoney, Tom O'Toole, dan Robbie Henshaw masing-masing menyumbang try sebelum turun minum untuk membawa Irlandia unggul 19-13.
Di babak kedua, Sean Jansen menambah keunggulan Irlandia sebelum Jepang bangkit lewat try Hayate Era yang memperkecil ketertinggalan menjadi enam poin. Namun, penalti dan try penutup dari Tom Stewart memastikan kemenangan lebih meyakinkan bagi Irlandia.
Meski kalah, Jepang menunjukkan peningkatan signifikan di bawah asuhan Eddie Jones. Mereka hanya kalah enam poin dengan sisa 10 menit, sebuah pencapaian mengesankan melawan tim peringkat tiga dunia. Namun, masalah di lineout dan scrum menjadi catatan bagi Irlandia menjelang laga berat melawan Selandia Baru di Eden Park pekan depan. "Kami punya masalah di scrum dan lineout, itu harus segera dibenahi," kata Farrell.
Bagi Indonesia, performa Jepang ini menjadi contoh bagaimana tim Asia bisa bersaing dengan kekuatan utama rugby dunia. Dengan pendekatan disiplin dan pengembangan pemain muda, Jepang membuktikan bahwa jarak dengan negara-negara elite semakin menyempit. Ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan rugby di Tanah Air yang masih dalam tahap awal.
Pekan depan, Jepang akan menjamu Prancis di Tokyo, sementara Irlandia menghadapi ujian berat melawan All Blacks. Bisakah Irlandia mempertahankan rekor sempurna, atau justru Jepang yang akan mengejutkan lagi?



