Hewett dan Reid Kembali Berjaya: Gelar Ketujuh Wimbledon untuk Duo Inggris
Baca dalam 60 detik
- Pasangan Inggris Alfie Hewett dan Gordon Reid merebut gelar ganda kursi roda Wimbledon ketujuh mereka setelah mengalahkan pasangan Argentina-Jepang di final.
- Kemenangan ini menambah koleksi 25 gelar Grand Slam ganda mereka, menjadikan mereka salah satu duo paling dominan dalam tenis kursi roda.
- Hewett dan lawannya di final, Tokito Oda, akan bertemu lagi di final tunggal putra, menambah intensitas rivalitas mereka.

Alfie Hewett dan Gordon Reid kembali menorehkan sejarah di Wimbledon. Pasangan Inggris itu sukses meraih gelar ganda kursi roda putra untuk ketujuh kalinya, setelah menundukkan pasangan Argentina-Jepang, Gustavo Fernandez dan Tokito Oda, dengan skor 2-6, 6-1, 6-2 di Lapangan Satu, Sabtu (13/7). Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang dominasi mereka di All England Club, tetapi juga menegaskan status mereka sebagai salah satu duo terbaik dalam sejarah tenis kursi roda.
Pertandingan berjalan dramatis. Fernandez dan Oda tampil agresif di set pertama, mematahkan servis Hewett dan Reid di keempat kesempatan servis mereka. Namun, Hewett dan Reid menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan. Mereka memenangkan sembilan dari sepuluh gim berikutnya, menciptakan keunggulan 3-0 di set penentu. Permainan berkualitas tinggi dari kedua pasangan membuat final ini layak dikenang.
Gelar ini menjadi Grand Slam ganda ke-25 bagi Hewett dan Reid sebagai pasangan. Sebelumnya, mereka juga memenangkan Prancis Terbuka pada Juni lalu. Sementara itu, Fernandez dan Oda adalah pemegang dua gelar Grand Slam lainnya, yaitu AS Terbuka dan Australia Terbuka. Persaingan antara kedua pasangan ini diprediksi akan terus berlanjut di turnamen-turnamen mendatang.
Bagi Indonesia, prestasi Hewett dan Reid menjadi inspirasi bagi atlet kursi roda Tanah Air. Tenis kursi roda di Indonesia masih dalam tahap pengembangan, dengan beberapa atlet seperti Agus Sugiarto dan Suko Widodo yang mulai menorehkan prestasi di level Asia. Keberhasilan duo Inggris ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, atlet kursi roda bisa bersaing di panggung tertinggi. Federasi Tenis Indonesia (PELTI) diharapkan dapat memanfaatkan momen ini untuk mempopulerkan tenis kursi roda dan mencari bibit-bibit unggul baru.
Pertarungan Hewett dan Reid belum berakhir. Minggu (14/7), Hewett akan kembali berhadapan dengan Oda di final tunggal putra kursi roda. Oda adalah unggulan teratas, juara bertahan, dan memburu gelar tunggal ketiganya di Wimbledon. Sementara Hewett, unggulan kedua, ingin menambah gelar tunggal keduanya setelah kemenangan pada 2024. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat keduanya sama-sama dalam performa terbaik. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Semua akan terjawab di lapangan.



