Rafael Leao Putuskan Tinggalkan Agen, Langkah Menuju Pintu Keluar AC Milan?
Baca dalam 60 detik
- Bintang AC Milan Rafael Leao memutuskan berpisah dengan agen lamanya dan kini mengandalkan tim pengacara untuk mengurus masa depannya.
- Klub Italia itu dikabarkan bersedia melepas Leao dengan harga minimal โฌ60 juta, jauh di bawah klausul rilis โฌ175 juta yang tertera dalam kontraknya.
- Ketertarikan dari Liga Pro Saudi mulai mengemuka, dengan agen lokal ditunjuk untuk memfasilitasi potensi transfer ke Timur Tengah.

Rafael Leao, penyerang sayap andalan AC Milan, mengambil langkah drastis di tengah spekulasi masa depannya. Pemain asal Portugal itu memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa agen khusus dan beralih ke tim pengacara untuk menangani negosiasi kontrak serta potensi transfer. Keputusan ini, menurut pakar transfer Sacha Tavolieri, menandai babak baru dalam karier Leao yang santer dikaitkan dengan kepergian dari San Siro pada bursa musim panas ini.
Leao, yang masih terikat kontrak hingga 2028, memiliki klausul rilis sebesar โฌ175 juta. Namun, manajemen Rossoneri dikabarkan bersedia melepasnya dengan harga sekitar โฌ60 jutaโangka yang jauh lebih realistis bagi klub-klub peminat. Langkah ini diambil setelah Leao sendiri mengakui pada awal musim panas bahwa ia siap mencari tantangan baru. Meski demikian, hingga saat ini belum ada tawaran resmi yang masuk dari klub-klub Eropa lima besar.
Keputusan Leao melepas agennya bukanlah hal yang biasa di jagat sepak bola modern. Biasanya, pemain bintang justru memperkuat tim representasi mereka saat memasuki momen krusial. Namun, langkah ini bisa diartikan sebagai sinyal bahwa Leao ingin memiliki kendali lebih penuh atas masa depannya, atau justru sebagai persiapan menuju negosiasi yang rumit dengan calon pembeli dari luar Eropa.
Ketertarikan dari Liga Pro Saudi menjadi sorotan tersendiri. Menurut Tavolieri, agen lokal telah ditunjuk untuk menangani potensi transfer ke Timur Tengah, menunjukkan bahwa opsi bermain di luar Eropa mulai dipertimbangkan secara serius. Langkah ini sejalan dengan tren pemain bintang Eropa yang hijrah ke Saudi, seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Neymar. Bagi Leao, kepindahan ke Saudi bisa berarti gaji fantastis, namun juga berarti meninggalkan panggung tertinggi sepak bola Eropa di usia emasnya (25 tahun).
Dari sisi AC Milan, situasi ini menjadi dilema. Di satu sisi, menjual Leao dengan harga โฌ60 juta bisa menjadi suntikan dana segar untuk memperkuat skuad. Di sisi lain, kehilangan pemain sekaliber Leao akan meninggalkan lubang besar di lini serang. Apalagi, klub-klub Eropa seperti Tottenham yang disebut-sebut sempat dikaitkan justru tidak menunjukkan minat serius. Hal ini membuat opsi Saudi semakin realistis, meski belum ada kesepakatan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti. Liga Pro Saudi kini semakin sering disiarkan di platform digital Tanah Air, dan kehadiran pemain sekelas Leao bisa meningkatkan popularitas liga tersebut di Asia Tenggara. Namun, pertanyaan besarnya: apakah Leao akan mengikuti jejak bintang lain yang memilih uang ketimbang prestise Eropa, atau justru akan bertahan dan membuktikan diri di Serie A?



