Mason Mount di Ujung Tanduk: Andrey Santos Makin Dekat ke Old Trafford
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan akan merekrut gelandang Chelsea Andrey Santos senilai ยฃ50 juta untuk memperkuat lini tengah yang tergerus cedera.
- Kedatangan Santos diprediksi makin meminggirkan Mason Mount, yang sejak pindah ke United pada 2023 kerap diganggu cedera dan belum menemukan posisi ideal.
- Mount yang sempat disebut 'Paul Scholes baru' oleh Roy Keane kini hanya menjadi pemain pelapis, dengan catatan starter Premier League yang minim dan performa menurun.

Manchester United kembali bergerak di bursa transfer musim panas ini. Setelah gagal mendatangkan Ederson dari Atalanta, klub asuhan Michael Carrick kini mengarahkan bidikan ke gelandang Chelsea, Andrey Santos, dengan nilai transfer mencapai ยฃ50 juta. Langkah ini menjadi sinyal bahwa revolusi lini tengah yang sudah lama dinanti akhirnya dimulai.
Keputusan United merekrut Santos tak lepas dari kondisi darurat di sektor tengah. Cedera Manuel Ugarte dan kepergian Casemiro secara gratis membuat skuad Carrick kekurangan opsi murni di lini tengah. Santos, yang musim lalu dipinjamkan ke Strasbourg dan mencetak 10 gol plus 3 assist di Ligue 1, dinilai mampu mengisi kekosongan tersebut. Pemain Brasil berusia 22 tahun itu juga mencatatkan persentase kemenangan duel darat tertinggi di Premier League musim lalu, yakni 68,7%.
Namun, di balik rencana ambisius ini, ada satu nama yang terancam semakin tersingkir: Mason Mount. Gelandang asal Inggris yang direkrut dari Chelsea pada 2023 dengan biaya awal ยฃ55 juta itu belum pernah tampil konsisten sejak pindah ke Old Trafford. Cedera berulang membuatnya hanya menjadi starter dalam 5, 8, dan 12 pertandingan Premier League dalam tiga musim beruntun. Padahal, Mount sempat dijuluki 'Paul Scholes baru' oleh Roy Keane berkat kualitas teknis dan visi bermainnya.
Masalah posisi juga menjadi ganjalan. Bruno Fernandes mengunci peran sebagai gelandang serang, sementara Mount tidak cocok ditempatkan lebih dalam. Saat dimainkan berdampingan dengan Kobbie Mainoo melawan Sunderland, ia kehilangan bola 12 kali dari 57 sentuhan dan hanya memenangi 4 dari 12 duel. Kini, dengan hadirnya Santos yang lebih natural sebagai gelandang nomor delapan, Mount seperti menjadi 'barang sisa' di skuad.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Mount menjadi pelajaran berharga tentang risiko investasi besar pada pemain yang rentan cedera. Di tengah gempuran bursa transfer yang semakin gila, klub-klub Eropa kini lebih berhati-hati dalam menggelontorkan dana. United sendiri, di bawah kepemimpinan INEOS, mulai beralih ke pemain muda dengan potensi jangka panjang seperti Santos, ketimbang mempertahankan pemain mahal yang tak kunjung tampil.
Mount sebenarnya masih memiliki sisa kontrak hingga 2027, tetapi masa depannya di Old Trafford kini di ujung tanduk. Jika Santos resmi bergabung, bukan tidak mungkin Mount akan dilepas pada jendela transfer berikutnya. Pertanyaannya, akankah ada klub yang bersedia mengambil risiko dengan mantan bintang Chelsea yang kini redup?



