Felix Auger-Aliassime Putuskan Berpisah dari Pelatih setelah Satu Dekade
Baca dalam 60 detik
- Felix Auger-Aliassime mengakhiri kerja sama dengan Frederic Fontang setelah kekalahan di perempat final Wimbledon.
- Di bawah bimbingan Fontang, petenis Kanada itu meraih sembilan gelar ATP dan mencapai peringkat empat dunia.
- Keputusan ini membuka babak baru bagi Auger-Aliassime yang kini mencari pelatih baru untuk meningkatkan performa.

Felix Auger-Aliassime resmi mengakhiri kerja sama dengan Frederic Fontang, pelatih yang telah mendampinginya selama hampir satu dekade. Keputusan ini diambil tak lama setelah petenis Kanada itu tersingkir di perempat final Wimbledon usai menjalani pertarungan lima set melawan Novak Djokovic.
Kolaborasi yang dimulai saat Auger-Aliassime masih berusia 16 tahun itu menghasilkan sembilan gelar ATP serta membawanya menembus peringkat empat dunia, posisi tertinggi dalam kariernya. Namun, setelah melalui berbagai pasang surut, keduanya sepakat bahwa Wimbledon 2024 menjadi turnamen terakhir mereka bersama.
Dalam unggahan di Instagram, Auger-Aliassime menyampaikan apresiasi mendalam kepada Fontang. Ia menyebut sang pelatih bukan sekadar pembimbing teknis, melainkan juga mentor yang membantunya melewati masa-masa sulit. โDi saat-saat terberat, saya selalu menemukan ketenangan, keseimbangan, dan kebijaksanaan darinya untuk mengatasi tantangan,โ tulisnya.
Perpisahan ini menjadi sorotan di dunia tenis, mengingat Fontang dianggap sebagai salah satu pelatih yang berperan besar dalam perkembangan Auger-Aliassime. Sejak memulai karier profesional, pemain berusia 23 tahun itu kerap disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan, meskipun konsistensinya di turnamen Grand Slam masih perlu ditingkatkan.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, berita ini mengingatkan pada pentingnya peran pelatih dalam membentuk karier atlet. Di Tanah Air, hubungan antara petenis dan pelatih juga kerap menjadi faktor penentu prestasi, seperti yang terlihat dalam perjalanan beberapa petenis nasional. Keputusan Auger-Aliassime bisa menjadi pelajaran bahwa perubahan dalam tim pendukung adalah langkah strategis yang wajar dalam olahraga profesional.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan mengisi posisi Fontang. Auger-Aliassime belum mengumumkan pelatih baru, namun spekulasi mulai bermunculan. Beberapa nama seperti Toni Nadal atau mantan pelatih pemain top lainnya disebut-sebut sebagai kandidat. Yang jelas, langkah ini diambil untuk menyegarkan pendekatan latihan dan taktik, terutama setelah performa yang kurang memuaskan di beberapa turnamen terakhir.
Dengan usia yang masih muda, Auger-Aliassime memiliki waktu untuk bangkit dan bersaing di papan atas. Namun, tanpa figur sentral seperti Fontang, ia harus segera menemukan chemistry baru agar tidak kehilangan momentum. Akankah perpisahan ini membawa angin segar atau justru menjadi awal dari penurunan? Hanya waktu yang bisa menjawab.



