Jendela Pesawat Lepas di Ketinggian, Penumpang Ryanair Nyaris Terhisap Keluar
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria Serbia nyaris terhisap keluar dari jendela pesawat Ryanair yang terlepas di udara, namun berhasil diselamatkan penumpang lain.
- Insiden terjadi di atas Makedonia Utara saat penerbangan dari Thessaloniki menuju Jerman, diduga akibat puing mesin yang merusak jendela.
- Boeing 737-800 terlibat, penyelidikan dipimpin Makedonia Utara dengan dukungan NTSB dan FAA.

Seorang penumpang pria asal Serbia nyaris terhisap keluar dari jendela pesawat Ryanair yang tiba-tiba terlepas saat terbang di ketinggian, dalam insiden menegangkan yang terjadi pada Kamis malam. Beruntung, penumpang lain sigap menariknya kembali ke dalam kabin, meski ia mengalami luka lecet akibat gesekan.
Penerbangan Ryanair nomor FR-1234 lepas landas dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, ketika sekitar 30 menit setelah takeoff, sebuah suara keras seperti ban pecah terdengar. Seorang saksi mata yang diwawancarai Radio Thessaloniki menggambarkan momen kepanikan saat masker oksigen jatuh dan bau menyengat memenuhi kabin. "Kepala dan bahu penumpang itu sudah berada di luar jendela. Untung dia masih mengenakan sabuk pengaman," ujarnya.
Menurut laporan media Yunani, jendela tersebut pecah akibat terkena puing yang terlepas dari salah satu mesin pesawat. Pesawat jenis Boeing 737-800 itu langsung berbalik arah dan mendarat darurat di Thessaloniki. Ryanair dalam pernyataan resmi membenarkan bahwa jendela penumpang terlepas selama penerbangan, namun pesawat mendarat normal dan seluruh penumpang dievakuasi ke terminal. Maskapai asal Irlandia itu menyediakan pesawat pengganti untuk melanjutkan perjalanan ke Jerman.
Boeing, pabrikan pesawat, menyatakan telah mengetahui insiden ini dan berkoordinasi dengan Ryanair. Otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) mengonfirmasi bahwa insiden melibatkan jendela pecah pada Boeing 737-800 dan siap membantu penyelidikan. Sementara itu, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) telah menunjuk perwakilan yang akan bekerja sama dengan tim investigasi internasional.
Insiden ini kembali menyoroti masalah keandalan komponen pesawat, khususnya pada model Boeing 737-800 yang telah berusia puluhan tahun. Meski kasus jendela terlepas di udara tergolong langka, kejadian serupa pernah terjadi pada penerbangan Southwest Airlines tahun 2018 yang menewaskan satu penumpang. Bagi industri penerbangan Indonesia, insiden ini menjadi pengingat pentingnya perawatan ketat terhadap pesawat berusia tua, mengingat banyak maskapai nasional masih mengoperasikan armada 737-800.
Pertanyaan besar kini mengemuka: apakah ini kasus isolasi atau indikasi masalah sistemik pada perawatan pesawat berusia lanjut? Hasil investigasi Makedonia Utara akan menjadi kunci untuk menentukan langkah pencegahan ke depan.



