Khalaili Pilih Inter Milan, Newcastle dan Ipswich Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Winger muda Anan Khalaili menolak tawaran Newcastle United dan Ipswich Town senilai โฌ30 juta untuk bergabung dengan Inter Milan.
- Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi kedua klub Premier League yang sama-sama membutuhkan amunisi baru di lini depan.
- Inter Milan dipastikan menjadi tujuan akhir Khalaili setelah sang ayah mengonfirmasi negosiasi dengan klub Serie A tersebut.

Anan Khalaili, pemain sayap berusia 21 tahun asal Israel, memastikan langkahnya menuju Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini, menolak pinangan dua klub Premier League, Newcastle United dan Ipswich Town. Kepastian ini diumumkan langsung oleh sang ayah, yang mengungkapkan bahwa putranya telah memilih San Siro sebagai pelabuhan baru.
Newcastle United dan Ipswich Town sama-sama mengajukan tawaran senilai โฌ30 juta (sekitar ยฃ26 juta) kepada Union Saint-Gilloise, klub Belgia tempat Khalaili bernaung. Namun, sang pemain menolak mentah-mentah kesempatan bermain di Inggris. Menurut sang ayah, selain Newcastle dan Ipswich, Crystal Palace juga sempat melakukan pendekatan. โAda banyak pertanyaan dari tim. Sekarang saya mengungkapkannya karena kami bisa membicarakannya: Newcastle, Crystal Palace, dan Ipswich, yang memasang harga โฌ30 juta untuk merekrutnya, dan dia tidak mau,โ ujarnya dalam wawancara yang dikutip Sport Witness.
Keputusan Khalaili menjadi pukulan berat bagi Newcastle yang tengah berusaha bangkit setelah ditinggal sejumlah pemain kunci oleh klub-klub elite Eropa. Musim panas ini menjadi krusial bagi The Magpies untuk memperkuat skuad setelah kegagalan di musim sebelumnya. Sementara itu, Ipswich Town yang baru promosi ke Premier League juga sangat membutuhkan tambahan pemain berkualitas untuk menghindari degradasi. Kegagalan mendapatkan Khalaili memaksa kedua klub mencari alternatif lain di sisa bursa transfer.
Ketertarikan Inter Milan pada Khalaili bukanlah hal mengejutkan. Klub raksasa Italia itu dikenal gemar merekrut talenta muda potensial dengan harga terjangkau. Kehadiran Khalaili diharapkan dapat menambah daya gedor lini depan Nerazzurri yang musim lalu tampil impresif di Serie A. Bagi Khalaili sendiri, bergabung dengan Inter Milan merupakan langkah karir yang logis mengingat reputasi klub dan kesempatan bermain di kompetisi Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan transfer ini memberikan gambaran betapa ketatnya bursa pemain di Eropa. Klub-klub Premier League yang memiliki daya beli tinggi pun bisa kalah bersaing dengan klub Serie A yang menawarkan proyek jangka panjang. Keputusan Khalaili juga menunjukkan bahwa faktor non-finansial, seperti ambisi klub dan kesempatan berkembang, seringkali menjadi pertimbangan utama pemain muda.
Ipswich Town sendiri telah bergerak cepat dengan merekrut Emersonn dari Toulouse, namun kehilangan Khalaili membuat mereka harus kembali berburu. Pengalaman Leeds United dan Sunderland yang sukses bertahan di Premier League setelah promosi bisa menjadi acuan. Kedua klub tersebut aktif di bursa transfer dan berani mengambil risiko. Ipswich perlu mengikuti jejak itu jika ingin selamat dari jerat degradasi. Pertanyaan besarnya, siapa lagi yang akan menjadi target The Tractor Boys sebelum jendela transfer ditutup?



