Orang Super Kaya Indonesia Diprediksi Melonjak 82% dalam Lima Tahun, Tertinggi Global
Baca dalam 60 detik
- Populasi individu dengan kekayaan bersih di atas US$30 juta di Indonesia diperkirakan tumbuh 81,7% dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031, tertinggi di dunia menurut Knight Frank.
- Pertumbuhan ini melampaui Arab Saudi dan Polandia yang sama-sama diproyeksikan naik 63%, menandai pergeseran pusat kekayaan global ke ekonomi berkembang.
- Jumlah miliarder Indonesia juga meningkat 49% menjadi 49 orang pada 2031, menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dalam pertumbuhan miliarder.

Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan jumlah orang super kaya tertinggi di dunia dalam lima tahun ke depan, melampaui negara-negara berkembang lainnya. Laporan The Wealth Report 2026 yang dirilis konsultan properti global Knight Frank memperkirakan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) atau individu dengan kekayaan bersih di atas US$30 juta (sekitar Rp450 miliar) di Indonesia akan melonjak 81,7% pada 2031, dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang.
Angka ini menempatkan Indonesia di puncak daftar pertumbuhan UHNWI global, mengungguli Arab Saudi dan Polandia yang sama-sama diproyeksikan tumbuh 63%. Menurut Knight Frank, fenomena ini mencerminkan pergeseran pusat kekayaan dunia dari negara-negara maju ke ekonomi yang sedang tumbuh pesat, di mana Indonesia menjadi sorotan utama berkat stabilitas ekonomi dan meningkatnya jumlah pengusaha sukses.
โPertumbuhan UHNWI global selama lima tahun ke depan tidak dipimpin oleh negara-negara yang sudah dikenal, tetapi oleh ekonomi yang berkembang pesat. Indonesia menduduki peringkat teratas,โ demikian pernyataan Knight Frank dalam laporan yang dikutip Jumat (10/7/2026).
Bagi Indonesia, lonjakan jumlah orang super kaya ini membawa implikasi ganda. Di satu sisi, hal ini menandakan iklim investasi dan bisnis yang semakin kondusif, menarik modal asing dan mendorong lahirnya wirausahawan baru. Namun di sisi lain, kesenjangan ekonomi berpotensi melebar jika pertumbuhan kekayaan tidak diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan. Pemerintah perlu mencermati distribusi manfaat dari pertumbuhan ini agar tidak hanya dinikmati segelintir elit.
Selain UHNWI, laporan Knight Frank juga mencatat peningkatan jumlah miliarder di Indonesia. Diproyeksikan, jumlah miliarder nasional akan bertambah dari 33 orang pada 2026 menjadi 49 orang pada 2031, atau tumbuh sekitar 49%. Dengan angka ini, Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia dalam proyeksi pertumbuhan jumlah miliarder, menunjukkan bahwa akumulasi kekayaan di tingkat tertinggi terus berlangsung.
Pertumbuhan UHNWI dan miliarder ini tidak lepas dari faktor domestik seperti konsumsi rumah tangga yang kuat, digitalisasi ekonomi, serta investasi di sektor sumber daya alam dan infrastruktur. Analis menilai bahwa stabilitas politik dan reformasi regulasi turut mendorong kepercayaan investor. Namun, risiko eksternal seperti fluktuasi harga komoditas dan perlambatan ekonomi global tetap menjadi ancaman yang dapat mempengaruhi proyeksi ini.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah pertumbuhan jumlah orang super kaya ini akan berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian secara luas. Dengan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045, distribusi kekayaan yang lebih merata menjadi kunci agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi juga mendorong kesejahteraan seluruh masyarakat.



