Anwar Ibrahim Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-101 untuk Mahathir Mohamad
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan doa dan harapan melalui Facebook untuk Mahathir Mohamad yang genap berusia 101 tahun.
- Mahathir, yang lahir pada 1925, memegang rekor sebagai perdana menteri tertua di dunia saat menjabat kembali pada usia 92 tahun.
- Ucapan ini menandai momen langka di tengah dinamika politik Malaysia yang kerap mempertemukan kedua tokoh dalam posisi berseberangan.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara resmi memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada mantan perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad yang genap berusia 101 tahun pada Jumat, 10 Juli 2026. Ucapan itu disampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, sebuah gestur yang menarik perhatian mengingat hubungan politik keduanya yang kerap diwarnai pasang surut.
โSemoga Tun senantiasa diberkahi rahmat, kesehatan yang baik, dan selalu dalam lindungan-Nya, Insya-Allah,โ tulis Anwar dalam pernyataan singkatnya. Unggahan tersebut langsung mendapat ribuan respons dari warganet Malaysia yang mengapresiasi sikap santun Anwar di tengah perbedaan pandangan politik yang kerap muncul antara kedua tokoh senior tersebut.
Dr Mahathir Mohamad lahir pada 10 Juli 1925 di Alor Setar, Kedah. Ia menjabat sebagai perdana menteri Malaysia dalam dua periode: pertama selama 22 tahun dari 1981 hingga 2003, dan kembali memimpin negara dari 2018 hingga 2020. Saat dilantik kembali pada usia 92 tahun, ia tercatat sebagai perdana menteri tertua yang masih menjabat di dunia.
Momen ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang politik Malaysia yang tak lepas dari kontribusi Mahathir. Meski kini sudah tidak aktif dalam pemerintahan, pengaruh dan pengalamannya masih menjadi rujukan bagi banyak kalangan. Anwar sendiri, yang pernah menjadi lawan politik Mahathir, kini menunjukkan sikap penghormatan yang menandai kedewasaan politik di negeri jiran.
Bagi Indonesia, hubungan bilateral dengan Malaysia kerap dipengaruhi oleh figur-figur senior seperti Mahathir. Pada masa pemerintahannya, hubungan kedua negara mengalami pasang surut, terutama terkait isu tenaga kerja dan perbatasan. Namun, usia panjang Mahathir juga menjadi simbol stabilitas politik di kawasan yang patut dicermati.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana warisan politik Mahathir akan terus memengaruhi arah kebijakan Malaysia, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik regional. Ucapan Anwar setidaknya menunjukkan bahwa perbedaan masa lalu tidak menghalangi penghormatan terhadap jasa seorang negarawan.



