Everton Siapkan Suksesor Beto: Incar Striker Masa Depan Senilai Rp2 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Everton mengincar Christian Kofane, striker muda Bayer Leverkusen yang disebut agennya berpotensi menjadi pemain senilai ยฃ100 juta.
- David Moyes butuh solusi di lini depan setelah musim lalu menjadi tim dengan kreativitas terendah di Premier League, terlalu bergantung pada Iliman Ndiaye.
- Kedatangan Kofane bisa memicu kepergian Beto, yang meski subur di akhir musim, dinilai tidak konsisten sebagai ujung tombak utama.

Everton dikabarkan telah unggul dalam perburuan tanda tangan Christian Kofane, striker muda Bayer Leverkusen yang disebut-sebut sebagai calon bintang senilai ยฃ100 juta atau setara lebih dari Rp2 triliun. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajer David Moyes serius merombak lini serang The Toffees setelah musim lalu tim kesulitan mencetak gol.
Menurut sumber internal Arsenal, Everton berhasil mendahului klub London Utara itu dalam mendapatkan pemain berusia 19 tahun tersebut. Agen Kofane, Eric Depolo, mengungkapkan bahwa Moyes secara pribadi meyakinkan sang pemain dengan memaparkan rencana jangka panjang klub dan peran vital yang akan dimainkannya. Keputusan Kofane memilih Goodison Park dianggap sebagai langkah pragmatis untuk mengembangkan karier, mengingat persaingan ketat di Arsenal.
Musim lalu, Everton menjadi salah satu tim paling tidak kreatif di Premier League. Mereka mengandalkan kegigihan dan disiplin, namun minim dalam menciptakan peluang. Data expected goals (xG) menunjukkan bahwa The Toffees berada di peringkat terbawah, hanya unggul dari tim yang terdegradasi. Ketergantungan pada Iliman Ndiaye untuk menciptakan sesuatu dari nol menjadi kelemahan yang nyata.
Beto, striker asal Guinea-Bissau setinggi 1,93 meter, sempat menunjukkan performa impresif dengan mencetak delapan dari sembilan golnya di Premier League setelah pergantian tahun. Namun, inkonsistensi dan kerapuhan di depan gawang membuat masa depannya di Everton dipertanyakan. The Friedkin Group, pemilik klub, sudah membuka peluang menjualnya pada Januari lalu, meski tidak ada kesepakatan konkret.
Kofane, yang dijuluki "salah satu striker paling menarik di dunia" oleh pemandu bakat Jacek Kulig, menawarkan kombinasi kecepatan, postur tinggi, dan kekuatan fisik. Agennya percaya bahwa pemain ini akan menjadi aset bernilai ยฃ100 juta di masa depan. Dengan hanya 12 start di Bundesliga, potensi pengembangan yang masih besar menjadi daya tarik utama bagi Moyes.
Di sisi lain, Thierno Barry yang dibeli seharga ยฃ27 juta dari Villarreal setahun lalu masih mentah dan membutuhkan waktu untuk berkembang. RB Leipzig dikabarkan tertarik, namun Everton lebih cenderung mempertahankannya sebagai investasi jangka panjang. Kehadiran Kofane tidak serta-merta menyingkirkan Barry, tetapi jelas akan menggeser hierarki di lini depan.
Bagi Everton, musim depan adalah momentum untuk bangkit setelah nyaris menembus zona Eropa. Kemenangan 3-0 atas Chelsea pada Maret lalu menjadi bukti bahwa potensi ada, namun kekurangan di lini depan harus segera diatasi. Jika Kofane berhasil didatangkan, bukan tidak mungkin Moyes akhirnya memiliki mesin gol yang selama ini dicari.
Pertanyaan besarnya: akankah Kofane langsung bersinar di Premier League, atau butuh waktu beradaptasi seperti banyak pemain muda lainnya? Keputusan Everton dalam bursa transfer ini akan menentukan apakah mereka hanya sekadar tim papan tengah atau benar-benar siap bersaing di level tertinggi.



