Kepala Divisi AGI OpenAI Mundur: Fokus Pemulihan Kesehatan di Tengah Persiapan IPO
Baca dalam 60 detik
- Fidji Simo, eksekutif OpenAI yang memimpin pengembangan AGI, mengundurkan diri dari peran penuh waktu setelah cuti sakit panjang akibat kondisi neuroimun langka.
- Pengunduran diri ini terjadi saat OpenAI bersiap melantai di bursa dan baru saja meluncurkan super-app AI untuk pekerja kantoran.
- Tanggung jawab Simo akan dibagi antara Presiden Greg Brockman, CFO Sarah Friar, dan CSO Jason Kwon, menurut memo internal.

OpenAI kembali mengalami pergantian di jajaran puncaknya. Fidji Simo, eksekutif yang menjabat sebagai CEO AGI Deployment, memutuskan mundur dari peran penuh waktu dan beralih menjadi penasihat paruh waktu di perusahaan pengembang ChatGPT itu. Keputusan ini diambil setelah Simo menjalani cuti medis panjang akibat penyakit neuroimun kronis yang dideritanya selama tujuh tahun terakhir.
Dalam unggahan di platform X, Kamis (9/7), Simo mengungkapkan bahwa tiga bulan lalu ia harus mengambil cuti medis karena kondisi kesehatannya memburuk secara drastis. โSelama waktu itu, saya sadar bahwa jalan menuju pemulihan akan jauh lebih panjang dan kompleks dari yang saya perkirakanโdan saya perlu fokus sepenuhnya pada hal itu,โ tulisnya. Simo sebelumnya dikenal sebagai mantan CEO Instacart dan pernah memimpin aplikasi Facebook di Meta. Ia bergabung dengan dewan direksi OpenAI pada Maret 2024 bersama dua direktur lainnya, tak lama setelah Sam Altman kembali sebagai CEO.
Sam Altman, CEO OpenAI, menyatakan kesedihannya atas kepergian Simo. โSaya sangat sedih dan sangat berterima kasih atas semua yang telah dilakukan Fidji untuk OpenAI, dan bahkan lebih berterima kasih atas persahabatannya dan siapa dirinya sebagai pribadi,โ ujar Altman dalam unggahan di X. Pengunduran diri Simo terjadi di saat OpenAI tengah mempersiapkan diri untuk melantai di bursa efek (IPO) di tengah permintaan teknologi yang tak pernah surut.
Menjelang IPO, para eksekutif OpenAI telah memfokuskan riset pada bidang robotika dan pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI) sebagai bagian dari strategi menggabungkan berbagai kemampuan ke dalam satu super-app. Pergeseran strategi ini tercermin dari perubahan jabatan Simo, yang sebelumnya menjabat CEO of Applications menjadi CEO of AGI Deployment. Pada hari yang sama, OpenAI resmi meluncurkan super-app yang telah lama dinantikan, menampilkan agen AI baru yang dirancang untuk membantu pekerja kantoran memanfaatkan kekuatan alat coding tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Menurut laporan Bloomberg News yang mengutip memo internal, tanggung jawab produk dan bisnis Simo akan dibagi antara Presiden OpenAI Greg Brockman, Chief Financial Officer Sarah Friar, dan Chief Strategy Officer Jason Kwon. Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen, dan OpenAI belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Dalam unggahan LinkedIn tahun lalu, Simo mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita POTS (Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome), kelainan pada sistem saraf otonom yang menyebabkan jantung menyusut dan tidak mampu mempertahankan tekanan darah normal. Penderita POTS rentan mengalami pusing, pingsan, dan peningkatan detak jantung yang tidak nyaman. Simo juga telah meluncurkan upaya untuk meningkatkan riset dan perawatan bagi kondisi langka yang belum ada obatnya ini.
โUntuk saat ini, fokus saya adalah pemulihan. Namun keyakinan saya pada potensi teknologi untuk memecahkan masalah manusia yang mendalam tidak pernah sekuat ini,โ tulis Simo. Kepergian Simo menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan OpenAI dalam menghadapi persaingan AGI global, terutama di tengah persiapan IPO yang membutuhkan stabilitas kepemimpinan. Akankah pembagian tanggung jawab yang baru mampu menjaga momentum inovasi perusahaan?



