Arsenal Siapkan Rekrutan Terbesar Sejak Rice: Bruno Guimaraes di Ambang Pintu
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan akan mengajukan tawaran ketiga senilai £72 juta untuk gelandang Newcastle Bruno Guimaraes, yang disebut-sebut sebagai rekrutan terbaik sejak Declan Rice.
- Guimaraes, kapten Newcastle dan bintang Brasil, dinilai sebagai pengatur serangan progresif yang bisa menjadi mitra ideal bagi Rice di lini tengah The Gunners.
- Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun dinasti juara setelah Arsenal mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun.

Hanya sebulan setelah mengakhiri penantian 22 tahun dengan merebut gelar Premier League, Arsenal bersiap membuat gebrakan besar di bursa transfer. Klub asal London Utara itu dikabarkan akan mengajukan tawaran ketiga senilai £72 juta untuk mengamankan jasa Bruno Guimaraes, gelandang Newcastle United yang disebut-sebut sebagai rekrutan paling signifikan sejak kedatangan Declan Rice pada 2023.
Menurut laporan dari The Athletic yang dikutip oleh David Ornstein, Guimaraes telah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Arsenal. Sumber dari Brasil, UOL, bahkan mengklaim bahwa tawaran ketiga tersebut kemungkinan besar akan diterima oleh Newcastle. Kabar dari Italia menambahkan bahwa pemain berusia 28 tahun itu telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun secara pribadi. Jika terealisasi, transfer ini akan menjadi pernyataan ambisi Arsenal untuk mempertahankan supremasi domestik dan bersaing di level Eropa.
Langkah ini menjadi krusial mengingat Declan Rice, yang menjadi pilar utama di lini tengah, tengah mengalami masalah saraf selama kampanye Piala Dunia bersama Inggris. Beban Rice yang luar biasa—menjadi pemain dengan menit terbanyak di antara pemain lapangan Arsenal musim lalu—menunjukkan urgensi untuk mendatangkan gelandang berkualitas tinggi. Guimaraes, yang dinobatkan sebagai kapten Newcastle, dianggap sebagai solusi ideal untuk meringankan tugas Rice dan memberikan dimensi baru dalam permainan Arsenal.
Perbandingan statistik antara Guimaraes dan Martin Zubimendi, yang direkrut Arsenal musim lalu, menunjukkan keunggulan gelandang Brasil dalam hal umpan progresif, expected assists dari open play, dan umpan terobosan. Zubimendi, meski dipuji Rice sebagai mitra yang "luar biasa", memiliki keterbatasan dalam distribusi bola ke depan. Guimaraes, dengan gaya bermainnya yang lebih eksplosif dan progresif, diyakini akan menjadi pelengkap sempurna bagi Rice yang lebih sering membawa bola ke depan. Rekan setimnya di timnas Brasil, Gabriel Martinelli, bahkan menyebut Guimaraes sebagai "salah satu gelandang terbaik di dunia" setelah aksinya di Piala Dunia.
Bagi Arsenal, transfer ini bukan sekadar pembelian pemain, melainkan langkah strategis untuk membangun era keemasan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemilik klub, Josh Kroenke, perekrutan Rice pada 2023 adalah "momen besar" yang membuat lawan mulai memperhitungkan Arsenal. Kini, dengan potensi kedatangan Guimaraes, Arsenal berpeluang memiliki duet gelandang terkuat di Premier League. Pertanyaan besarnya: mampukah kombinasi Rice-Guimaraes membawa Arsenal mendominasi Inggris dan Eropa dalam beberapa musim ke depan?



