Girls Aloud Rilis Ulang Album Tangled Up: Dua Lagu Tak Terdengar dan Kolaborasi dengan Sugababes
Baca dalam 60 detik
- Girls Aloud akan merilis edisi deluxe album Tangled Up pada 21 Agustus, menyertakan dua lagu baru yang belum pernah dirilis dan kolaborasi dengan Sugababes.
- Rilis ulang ini mengikuti tur reuni 2025 yang sukses besar, menarik 300.000 penggemar sebagai penghormatan untuk mendiang Sarah Harding.
- Nadine Coyle menceritakan pengalaman mistis sehari setelah kematian Sarah, di mana headphone tiba-tiba jatuh di ruang rias.

Girls Aloud kembali menghangatkan industri musik dengan pengumuman edisi deluxe album Tangled Up yang akan dirilis pada 21 Agustus mendatang. Album yang pertama kali meluncur pada 2007 ini akan diperkaya dengan dua lagu yang belum pernah didengar sebelumnya, serta sejumlah aransemen baru yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi penggemar setia.
Edisi spesial ini menghadirkan dua trek baru berjudul What’s A Girl To Do dan My Heart, yang selama ini tersimpan rapat di dalam arsip grup. Tak hanya itu, versi alternatif dari lagu favorit penggemar, Girl Overboard, juga akan disertakan dan telah tersedia di platform streaming. Lebih menarik lagi, untuk pertama kalinya lagu Walk This Way—kolaborasi mereka dengan Sugababes yang pernah menjadi singel amal Comic Relief pada 2007—akan muncul dalam album Girls Aloud.
Dalam pengumuman resmi di media sosial, grup yang kini beranggotakan Kimberley Walsh, Cheryl Tweedy, Nadine Coyle, dan Nicola Roberts itu menyatakan kegembiraannya. “Edisi deluxe ini berisi lagu-lagu yang belum pernah dirilis, versi alternatif yang belum pernah terdengar, dan masih banyak lagi. Album sudah bisa dipesan sekarang dalam format vinyl berwarna, picture disc, dan set 3CD,” tulis mereka.
Tangled Up sendiri merupakan album yang melahirkan sejumlah hits seperti Sexy! No No No..., Call The Shots, dan Can't Speak French, yang membawa grup ini bertengger di posisi lima besar tangga lagu Inggris. Kesuksesan album ini menjadi salah satu pilar perjalanan karier Girls Aloud yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.
Rilis ulang ini tak lepas dari gelombang nostalgia setelah tur reuni 2025 yang berlangsung meriah. Tur yang digelar untuk menghormati mendiang Sarah Harding—yang meninggal pada 2021—berhasil menyedot 300.000 penonton dalam 30 pertunjukan. Momen tersebut menjadi ajang perayaan warisan Sarah sekaligus bukti bahwa daya tarik Girls Aloud belum pudar.
Di sisi lain, Nadine Coyle baru-baru ini membagikan pengalaman tak biasa yang terjadi sehari setelah kepergian Sarah. Dalam wawancara dengan Olivia Attwood di podcast Olivia’s House, vokalis asal Irlandia itu menceritakan dua kejadian aneh yang membuatnya yakin ada kehadiran Sarah. “Kami sedang duduk di Dublin, membicarakan Sarah, dan tiba-tiba headphone melompat dan jatuh ke lantai. Ada banyak saksi,” ujarnya. Kejadian serupa terulang di ruang rias, membuat semua orang terkejut. Nadine mengaku momen itu terasa kuat dan membuatnya bertanya-tanya, “Apakah kamu jiwa yang sangat kuat? Sudah bisa memindahkan headphone?”
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini mungkin membawa angin segar di tengah maraknya tren nostalgia musik 2000-an. Meski Girls Aloud belum pernah menggelar konser di Tanah Air, basis penggemar mereka cukup solid, terutama di kalangan pendengar musik pop yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka. Rilis ulang ini bisa menjadi pintu masuk bagi generasi baru untuk mengenal karya-karya legendaris grup asal Inggris tersebut.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Girls Aloud akan melanjutkan perjalanan mereka sebagai kuartet atau justru memanfaatkan momentum ini untuk merilis materi baru sepenuhnya. Dengan antusiasme yang masih tinggi, tampaknya grup ini masih memiliki banyak cerita untuk dibagikan.



