Heidi Klum Dukung Body Positivity: Suami Minta Ia Tambah Berat Badan
Baca dalam 60 detik
- Heidi Klum mengaku suaminya, Tom Kaulitz, mendorongnya untuk menambah berat badan, sebuah saran yang jarang ia dengar selama berkarier di industri mode.
- Supermodel berusia 53 tahun itu menolak tren obat penurun berat badan seperti Ozempic, dan justru merasa lebih percaya diri dengan bentuk tubuh yang lebih berisi.
- Pasangan ini menghadapi tantangan jadwal sibuk, namun Heidi berencana mendampingi Tom dalam tur musik Tokio Hotel pada November mendatang.

Supermodel Heidi Klum, 53, mengungkapkan bahwa suaminya, Tom Kaulitz, justru mendorongnya untuk menambah berat badan—sebuah saran yang langka di industri mode yang kerap menuntut tubuh kurus. Dalam wawancara dengan Us Weekly, Klum mengaku tidak tertarik dengan obat penurun berat badan seperti Ozempic dan merasa lebih baik dengan bentuk tubuh yang lebih berisi.
Klum, yang telah menjadi ikon mode selama puluhan tahun, mengatakan bahwa Kaulitz adalah orang pertama yang secara langsung memintanya untuk makan lebih banyak. “Dia bilang, ‘Kamu harus makan lebih banyak; kamu akan terlihat lebih baik jika ada lebih banyak daging di tulangmu,’” kenang Klum. Awalnya ia terkejut karena di industri mode, tuntutan untuk tetap kurus selalu dominan. Namun, setelah melihat foto-foto lama, Klum mengakui bahwa suaminya benar: secara proporsi, ia terlihat lebih baik dengan tubuh yang lebih berisi.
Pernyataan Klum ini muncul di tengah tren penggunaan obat penurun berat badan yang populer di kalangan selebritas. Dengan tegas ia menolak tren tersebut, menegaskan bahwa bertambahnya usia justru membuatnya lebih menghargai kesehatan dan penampilan alami. “Saya tidak lagi memakai celana jeans ukuran 24. Tapi saya pikir seiring bertambahnya usia, kita terlihat lebih baik daripada saat terlalu kurus,” ujarnya.
Di sisi lain, kehidupan rumah tangga Klum dan Kaulitz—yang menikah sejak 2019—tidak lepas dari tantangan. Kaulitz, gitaris band Tokio Hotel, sering tur, sementara Klum memiliki jadwal syuting di New York. “Saat kami bertemu, itu saat pandemi COVID-19, jadi kami di LA bersama anak-anak, berkebun, memasak, setiap hari. Kami baru jatuh cinta dan menjadi sangat dekat. Ketika dunia kembali normal, sulit untuk harus berpisah,” ungkap Klum.
Namun, Klum berencana mendampingi suaminya dalam tur Tokio Hotel pada November mendatang. Ia bahkan bercanda akan menjadi penggemar di barisan depan, “mengangkat T-shirt dan melempar bra.” Ia juga mencontohkan Elle MacPherson yang tur bersama kekasihnya, gitaris Eric Clapton. “Indah melihat pasangan melakukan apa yang mereka cintai,” kata Klum.
Pernyataan Klum ini menjadi angin segar di tengah industri hiburan yang kerap mempromosikan citra tubuh ideal yang tidak realistis. Di Indonesia, isu body positivity juga mulai mendapat perhatian, terutama di kalangan anak muda yang terpapar standar kecantikan global. Sikap Klum bisa menjadi contoh bahwa kecantikan sejati datang dari penerimaan diri, bukan dari tekanan eksternal.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah tren body positivity ini akan terus mengubah standar kecantikan di industri mode, atau hanya menjadi fase sementara. Yang jelas, Klum telah memilih jalannya sendiri—dengan dukungan penuh dari suami.



