Prabowo Terima Thaksin dan Putrinya di Kertanegara, Bahas Dinamika Global
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan putrinya Paetongtarn di kediaman pribadinya, Rabu malam (8/7/2026).
- Pertemuan yang berlangsung santai itu membahas perkembangan strategis global dan dinamika kawasan, sekaligus mempererat hubungan personal kedua tokoh.
- Thaksin, yang kini menjabat anggota Dewan Penasihat Danantara, dinilai dapat memperkuat konektivitas Indonesia-Thailand di tengah persaingan geopolitik Asia Tenggara.

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan dua mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra dan putrinya Paetongtarn Shinawatra, di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026) malam. Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa jam setelah Prabowo melepas keberangkatan Perdana Menteri India Narendra Modi dari Bandara Yogyakarta International Airport.
Dalam keterangan resmi yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet RI, disebutkan bahwa pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kedua tokoh bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global serta dinamika kawasan. Tidak ada pernyataan resmi lebih lanjut mengenai agenda spesifik yang dibahas, namun isyarat dari Sekretariat Kabinet menekankan bahwa forum semacam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring persahabatan dan komunikasi Indonesia dengan para pemimpin dunia.
Kehadiran Thaksin dan Paetongtarn di Jakarta menarik perhatian karena keduanya merupakan figur sentral dalam politik Thailand. Thaksin menjabat Perdana Menteri Thailand periode 2001โ2006, sementara putrinya Paetongtarn baru saja mengakhiri masa jabatannya sebagai Perdana Menteri pada 2024โ2025. Pertemuan ini sekaligus menjadi simbol kedekatan personal Prabowo dengan keluarga Shinawatra, yang telah terjalin lama.
Menurut pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Rizky Hidayat, pertemuan ini memiliki bobot strategis lebih dari sekadar silaturahmi. โThaksin bukan hanya tokoh politik Thailand, tetapi juga bagian dari Dewan Penasihat Danantara. Ini menunjukkan bahwa Indonesia ingin memanfaatkan jaringan global tokoh-tokoh berpengaruh untuk mendorong investasi dan kerja sama bilateral,โ ujarnya. Ia menambahkan bahwa di tengah rivalitas AS-China di Asia Tenggara, Indonesia perlu memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh kunci di kawasan.
Bagi Indonesia, pertemuan ini juga mengirimkan sinyal bahwa pemerintahan Prabowo terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak, lintas generasi dan latar belakang politik. Paetongtarn, yang mewakili generasi baru politik Thailand, dinilai dapat menjadi jembatan bagi kerja sama ekonomi dan investasi antara Jakarta dan Bangkok. Apalagi, Thailand merupakan salah satu mitdagang utama Indonesia di ASEAN.
Ke depan, publik akan mencermati apakah pertemuan ini akan diikuti dengan langkah konkret, seperti penandatanganan nota kesepahaman di bidang investasi atau perdagangan. Ataukah ini hanya bagian dari diplomasi personal yang biasa dilakukan para pemimpin dunia? Yang jelas, malam di Kertanegara itu kembali mengingatkan bahwa politik kawasan sering kali dibangun di atas hubungan personal yang hangat.



