Everton Alihkan Incaran ke Djed Spence Usai Gagal Dapatkan Guela Doue
Baca dalam 60 detik
- Everton mengalihkan fokus ke Djed Spence setelah Guela Doue dianggap terlalu mahal untuk direkrut pada bursa musim panas ini.
- Spence, bek sayap Tottenham Hotspur, dinilai sebagai solusi ideal untuk mengatasi masalah di posisi bek kanan yang ditinggalkan Seamus Coleman.
- Keputusan akhir bergantung pada banderol harga yang diminta Spurs, dengan Ben White dari Arsenal juga masuk dalam daftar opsi Everton.

Everton tengah membidik Djed Spence sebagai prioritas utama untuk mengisi posisi bek kanan yang kosong setelah kepergian Seamus Coleman. Klub asal Liverpool itu harus mencari alternatif setelah Guela Doue dianggap terlalu mahal untuk dikejar pada jendela transfer musim panas ini.
Menurut laporan The Athletic yang dikutip oleh Patrick Boyland, Everton kini menempatkan Spence dan Ben White dari Arsenal sebagai target utama. Keduanya dinilai lebih realistis secara finansial dibandingkan Doue yang banderolnya melambung tinggi. Meski demikian, minat terhadap kedua pemain tersebut masih dalam tahap awal, dan belum ada keputusan final mengenai siapa yang akan diprioritaskan.
Spence, yang juga bisa bermain sebagai bek kiri, telah menunjukkan performa impresif bersama Tottenham Hotspur musim lalu. Meskipun Spurs secara keseluruhan mengalami musim yang sulit, Spence tetap diakui sebagai salah satu bek sayap terbaik di Premier League dalam duel satu lawan satu. Kecepatannya yang masuk dalam sepuluh besar di Eropa musim 2025/26—hanya kalah dari Kylian Mbappe—menjadi nilai jual utama.
Bagi Everton, merekrut Spence bukan hanya sekadar menambal lubang di sektor kanan pertahanan. Langkah ini juga akan membebaskan Jake O'Brien untuk kembali ke posisi naturalnya sebagai bek tengah. O'Brien selama ini kerap diplot sebagai bek kanan darurat, padahal masa depannya lebih cerah di jantung pertahanan. Dengan hadirnya Spence, manajer David Moyes bisa merombak lini belakang secara lebih optimal.
Namun, ada faktor yang bisa mempersulit rencana Everton: Piala Dunia 2026. Jika Spence tampil gemilang di turnamen tersebut, harga dan pamornya bisa meroket, membuat Everton harus berpikir ulang. Klub berjuluk The Toffees itu berharap bisa menyelesaikan kesepakatan sebelum ajang empat tahunan tersebut dimulai, agar tidak terseret dalam perang harga yang tidak sehat.
Dari sisi finansial, Tottenham Hotspur belum menetapkan harga pasti untuk Spence. Everton pun menunggu sinyal dari Spurs apakah banderolnya masih dalam jangkauan. Jika angka yang diminta masuk akal, Moyes diprediksi akan segera bergerak untuk mengamankan jasa pemain Timnas Inggris tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Everton ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub Premier League menavigasi bursa transfer dengan keterbatasan anggaran. Keputusan akhir Everton—apakah memilih Spence, White, atau opsi lain—akan menjadi cerminan strategi klub dalam membangun skuad kompetitif tanpa menguras kas.



