Pirlo Sesalkan Absennya Italia dari Piala Dunia: Bencana, Tapi Pantas
Baca dalam 60 detik
- Andrea Pirlo menyebut kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun sebagai bencana, namun mengakui hasil itu pantas diterima.
- Mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu menilai timnas Italia harus memulai dari awal dan fokus pada Euro 2028.
- Pirlo juga mengomentari situasi AC Milan yang perlu membangun ulang skuad setelah absen dari Liga Champions.

Andrea Pirlo, ikon sepak bola Italia yang turut membawa negaranya juara Piala Dunia 2006, melontarkan kritik pedas terhadap kegagalan beruntun timnas Italia. Dalam wawancara dengan Daily Mail yang dikutip Tuttosport, Pirlo menyebut absennya Azzurri dari tiga edisi Piala Dunia berturut-turut sebagai "bencana" yang memang pantas diterima.
"Sayangnya, ini masa yang sangat sulit bagi Azzurri. Kami sudah tiga kali berturut-turut tidak lolos ke Piala Dunia. Ini bencana nyata," ujar Pirlo, yang kini melatih di Uni Emirat Arab. "Ini tidak mudah, tapi inilah yang pantas kami dapatkan, melihat apa yang telah kami capai. Jadi, kami harus mempersiapkan masa depan, bersiap lolos ke Euro 2028, dan semoga Piala Dunia berikutnya."
Penilaian suram dari salah satu pemain terbaik generasi emas Italia ini mencerminkan kegalauan yang menyelimuti publik sepak bola Negeri Pizza. Kegagalan demi kegagalan telah memicu introspeksi mendalam, terutama setelah tersingkirnya Italia di babak awal turnamen musim panas ini.
Pirlo juga menyoroti situasi klub masa lalunya, AC Milan. Menurutnya, Rossoneri harus memulai dari nol karena absen dari Liga Champions. "Saya sebagai pelatih Milan? Saya pikir mereka punya target lain sekarang. Mereka benar-benar harus memulai dari awal karena tidak bisa tidak bermain di Liga Champions. Mereka harus berpikir serius tentang cara memperbarui skuad dan memulai siklus baru, memulai lagi," tegasnya.
Pernyataan Pirlo ini muncul di tengah kabar kedatangan pelatih baru Milan, Ruben Amorim, yang diharapkan membawa perubahan besar. Pirlo tampaknya merestui langkah tersebut, mengingat perlunya transformasi total di klub yang pernah membesarkan namanya.
Berbicara soal Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Meksiko, dan Kanada, Pirlo memasang Prancis, Spanyol, dan Portugal sebagai favorit utama. "Saya pikir Prancis, Spanyol, dan Portugal adalah favorit utama. Lalu mungkin ada kejutan, tapi saya percaya Prancis punya peluang terbaik. Sepak bola adalah olahraga yang aneh, jadi Anda tidak pernah tahu," katanya.
Pirlo juga enggan membandingkan dua legenda Italia, Alessandro Del Piero dan Francesco Totti. "Mereka berdua pemain yang sangat bagus. Saya tidak mau memilih. Saya pilih keduanya. Mereka berdua sangat bagus," ujarnya diplomatis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pernyataan Pirlo menjadi pengingat bahwa kegagalan beruntun bisa menimpa tim sekelas Italia sekalipun. Ini juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya regenerasi dan perencanaan jangka panjang dalam sepak bola. Akankah Italia bangkit kembali? Atau justru semakin terpuruk? Jawabannya masih harus ditunggu.



