Alfie Devine Tinggalkan Tottenham, Pilih Preston North End Usai Banjir Tawaran
Baca dalam 60 detik
- Gelandang muda Tottenham, Alfie Devine, resmi menjalani tes medis untuk bergabung dengan Preston North End secara permanen.
- Devine memilih Preston meski mendapat minat dari Celtic dan klub lain, setelah musim peminjaman yang impresif bersama tim yang sama.
- Kepergian Devine menjadi bagian dari strategi Tottenham menyeimbangkan skuad setelah belanja besar di bursa transfer musim panas ini.

Tottenham Hotspur kembali melakukan perombakan skuad besar-besaran pada bursa transfer musim panas ini. Setelah memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan Sandro Tonali dari Newcastle United, Spurs kini melepas salah satu talenta mudanya, Alfie Devine, yang memilih pindah ke Preston North End di Championship.
Menurut laporan jurnalis Alasdair Gold, gelandang berusia 21 tahun itu tengah menjalani tes medis untuk menyelesaikan kepindahan permanen ke Deepdale. Keputusan ini diambil meskipun Devine menerima banyak tawaran dari berbagai klub di Inggris, termasuk ketertarikan serius dari raksasa Skotlandia, Celtic.
Devine menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di Preston dan tampil gemilang dengan mencetak delapan gol dalam 45 penampilan liga. Performa tersebut membuatnya menjadi incaran banyak klub, namun ia memilih kembali ke Preston untuk mengamankan menit bermain reguler. Bagi Tottenham, kepergian Devine dinilai tepat mengingat minimnya peluangnya menembus tim utama yang kini dihuni gelandang-gelandang bintang seperti James Maddison dan rekrutan anyar.
Keputusan Devine menolak Celtic menjadi pukulan tersendiri bagi juara Skotlandia tersebut. Celtic menjadi satu-satunya klub di Liga Premier Skotlandia yang belum merekrut pemain baru musim panas ini, dan tekanan dari kelompok suporter semakin meningkat. Manajer Celtic, Martin O'Neill, dikabarkan secara pribadi mendukung langkah mendatangkan Devine, namun sang pemain lebih memilih bertahan di Inggris.
Di sisi lain, Tottenham tengah menjalani transformasi finansial yang signifikan. Setelah dua musim beruntun finis di peringkat ke-17 Premier League, keluarga Lewis selaku pemilik mayoritas memutuskan untuk mengubah pendekatan keuangan klub yang sebelumnya sangat ketat. Spurs yang dulu terkenal dengan rasio gaji terhadap pendapatan terendah di liga (45 persen pada musim 2024-25), kini lebih longgar berkat pendapatan yang konsisten di atas ยฃ500 juta per tahun, sebagian besar berasal dari penyelenggaraan acara non-sepak bola di Tottenham Hotspur Stadium.
Manajer Roberto De Zerbi mendapat dukungan penuh untuk membangun ulang skuad. Kedatangan Tonali, Mateus Fernandes (ยฃ85 juta), Jan Paul van Hecke (ยฃ52 juta), serta pemain bebas transfer seperti Martin Dubravka, Andy Robertson, dan Marcos Senesi, menunjukkan ambisi klub untuk bersaing di papan atas. Namun, untuk tetap mematuhi aturan Profit and Sustainability (PSR), Spurs harus menjual beberapa pemain, dan Devine menjadi salah satu yang dikorbankan.
Ke depan, Tottenham masih akan berburu penyerang baru, dengan Bournemouth forward Junior Kroupi masuk dalam daftar incaran. Pertanyaannya, mampukah De Zerbi meramu skuad anyar ini untuk mengembalikan kejayaan Spurs yang sempat meredup?



