Kronologi Kematian Maddy Cusack: Pelatih Sheffield United Bantah Tuduhan Keluarga
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Jonathan Morgan bersaksi di pengadilan bahwa ia menawarkan kontrak penuh waktu kepada Maddy Cusack dan mengangkatnya sebagai wakil kapten sebagai bentuk penghormatan.
- Keluarga Cusack menuding Morgan sebagai 'nemesis' yang kerap mengomentari berat badan dan hubungan pribadi sang pemain, serta menyebutnya pembohong kepada FA.
- Inquest mengungkap Morgan sempat khawatir kondisi Cusack memburuk pada Agustus 2023, namun tidak menganggapnya berisiko menyakiti diri sendiri.

Pelatih Sheffield United, Jonathan Morgan, membantah tudingan bahwa ia memiliki hubungan buruk dengan Maddy Cusack, pesepakbola wanita yang ditemukan tak sadarkan diri di rumahnya pada September 2023 lalu. Dalam sidang inquest di Chesterfield, Morgan mengklaim justru memberikan kepercayaan besar kepada Cusack dengan menjadikannya wakil kapten dan menawarkan kontrak penuh waktu.
Cusack, 27 tahun, ditemukan oleh ayahnya di kediaman keluarga di Horsley, Derbyshire, pada 20 September 2023 dan dinyatakan meninggal di hari yang sama. Morgan, yang menangani Cusack sejak Februari 2023, memberikan kesaksian lanjutan di hadapan pengadilan pada Selasa (25/3). Ia menegaskan bahwa posisi wakil kapten merupakan "tanda penghormatan besar" dan ia ingin mendengar pendapat Cusack dalam tim kepemimpinan senior.
Keluarga Cusack memiliki pandangan berbeda. Ibu Cusack, Deborah, menyebut Morgan sebagai "nemesis" putrinya, yang kerap melontarkan komentar tentang berat badan dan hubungan pribadi Cusack untuk "memotong sayapnya" dan "mengendalikan". Grace Riglar, rekan setim yang juga menjalin hubungan dengan Cusack, mengatakan Cusack merasa cemas saat Morgan bergabung karena pengalaman sebelumnya di Leicester City.
Morgan mengakui bahwa ia sempat khawatir kondisi Cusack tidak baik pada Agustus 2023, sehingga meminta dokter klub, Dr. Subhasis Basu, untuk berbicara dengannya. Namun, ia membantah pernah menyatakan kekhawatiran bahwa Cusack berisiko menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. "Saya tidak menggunakan kata 'terjamin', tetapi informasi yang dia berikan adalah langkah positif ke depan," ujar Morgan menanggapi pertanyaan tentang percakapan telepon pada 11 September 2023.
Sidang juga mengungkap bahwa Morgan tidak mendokumentasikan percakapan tersebut, meskipun ia kemudian memberi tahu Dr. Basu. Asisten koroner Sophie Cartwright mempertanyakan apakah Morgan berkonsultasi dengan HR, mengingat ini adalah pengalaman pertamanya menangani pemain yang absen karena masalah kesehatan mental. Morgan menjawab bahwa ia telah melapor kepada orang yang dianggap tepat pada saat itu.
Kontradiksi antara pernyataan Morgan dan keluarga Cusack menjadi sorotan utama dalam inquest ini. Di satu sisi, Morgan menampilkan dirinya sebagai pelatih yang suportif, sementara keluarga menggambarkan pola perilaku yang merendahkan dan mengontrol. Kasus ini juga menyoroti lemahnya penanganan kesehatan mental di lingkungan olahraga profesional, terutama minimnya dokumentasi dan koordinasi antara pelatih, dokter, dan HR.
Ke depan, persidangan masih akan mendengarkan saksi-saksi lain, termasuk kemungkinan keterangan dari FA yang sebelumnya menerima laporan Morgan bahwa Cusack "pembohong". Pertanyaan besarnya: akankah sistem di klub sepakbola Inggris berbenah untuk mencegah tragedi serupa, atau akankah kasus ini hanya menjadi catatan kaki tanpa perubahan berarti?



