Liverpool Incar Gilberto Mora, Remaja Meksiko Berjuluk 'Coutinho Baru'
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan klub Meksiko Tijuana untuk merekrut gelandang serang Gilberto Mora, yang disebut sebagai pemain termuda di Piala Dunia 2026.
- Mora, yang baru berusia 17 tahun, dinilai memiliki potensi menjadi playmaker kelas dunia dengan gaya bermain yang mengingatkan pada Philippe Coutinho, dan dihargai sekitar ยฃ34 juta.
- Kedatangan Mora diharapkan dapat menambah kreativitas lini tengah Liverpool yang dinilai kurang tajam musim lalu, terutama jika skema transfer pemain seperti Alexis Mac Allister atau Curtis Jones terealisasi.

Liverpool dikabarkan serius mengincar gelandang muda Meksiko, Gilberto Mora, sebagai solusi kreativitas lini tengah yang dinilai tumpul musim lalu. Klub asal Merseyside itu bahkan telah menjalin komunikasi dengan klub Liga MX, Tijuana, untuk menjajaki kemungkinan transfer pemain berusia 17 tahun tersebut.
Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool ingin memahami situasi Mora di Tijuana sekaligus keinginan sang pemain. Mora, yang menjadi pemain termuda di Piala Dunia 2026, disebut memiliki nilai pasar sekitar ยฃ34 juta. Angka tersebut dinilai sepadan dengan potensi besarnya sebagai playmaker masa depan.
Gaya bermain Mora yang lincah, visi passing tajam, dan kemampuan melepaskan tembakan spekulatif membuatnya kerap dibandingkan dengan Philippe Coutinho, mantan bintang Liverpool yang kini berseragam Al Nassr. Scout Jacek Kulig bahkan menyebut Mora sebagai "salah satu talenta Meksiko paling menarik yang pernah saya lihat".
Musim lalu, Liverpool hanya finis di posisi kelima Premier League dan nyaris gagal lolos ke Liga Champions. Salah satu kelemahan utama adalah kedalaman skuad, terutama di lini tengah. Andoni Iraola, yang akan menangani The Reds musim depan, membutuhkan gelandang kreatif untuk menambah variasi serangan.
Analis Filipe Sousa menjuluki Mora sebagai "talenta generasional", pujian yang langka untuk pemain seusianya. Kehadiran Mora diharapkan bisa menjadi katalis perubahan, terutama jika Liverpool melepas salah satu gelandang seperti Alexis Mac Allister atau Curtis Jones. Dengan skema 4-3-3 ala Iraola, Mora bisa ditempatkan sebagai gelandang serang atau sayap kiri, memberikan dimensi baru yang selama ini hilang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, ketertarikan Liverpool pada Mora juga menarik karena ia akan menjadi pemain Meksiko pertama yang memperkuat The Reds. Jika transfer ini terwujud, Mora bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahwa usia muda bukanlah halangan untuk bersinar di panggung Eropa.
Namun, masih ada pertanyaan besar: akankah Liverpool benar-benar merealisasikan transfer ini di tengah persaingan dengan klub-klub Eropa lainnya? Ataukah Mora hanya akan menjadi salah satu dari sekian banyak talenta muda yang gagal memenuhi ekspektasi? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti, langkah Liverpool di bursa transfer musim panas ini akan menentukan nasib mereka di era Iraola.



