Bintang Sepak Bola Zimbabwe Selamat dari Penembakan di Johannesburg
Baca dalam 60 detik
- Pemain timnas Zimbabwe dan Mamelodi Sundowns, Divine Lunga, lolos tanpa cedera setelah mobilnya ditembak di Hillbrow, Johannesburg.
- Polisi Afrika Selatan menyelidiki kasus percobaan pembunuhan, namun belum ada penangkapan; pelaku diduga salah sasaran.
- Insiden ini kembali menyoroti tingginya tingkat kejahatan di Afrika Selatan, yang menjadi perhatian bagi atlet asing yang bermain di liga domestik.

Pemain sepak bola asal Zimbabwe, Divine Lunga, selamat dari serangan bersenjata saat melintas di kawasan Hillbrow, Johannesburg, pada Minggu (18/8). Mobil yang dikemudikannya menjadi sasaran tembakan orang tak dikenal, namun ia dan adiknya yang turut berada di dalam kendaraan tidak mengalami luka fisik.
Lunga, yang berusia 31 tahun, adalah bek andalan Mamelodi Sundowns—klub raksasa Afrika Selatan—dan juga memperkuat tim nasional Zimbabwe. Menurut laporan media setempat, insiden terjadi saat keduanya dalam perjalanan menuju gereja. Pelaku diduga keliru mengira Lunga sebagai polisi yang menyamar.
Juru bicara kepolisian setempat, Kapten Tintswalo Sibeko, membenarkan bahwa penyelidikan kasus percobaan pembunuhan tengah berlangsung. Hingga kini belum ada tersangka yang ditahan. “Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi,” ujarnya singkat.
Kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan yang menimpa pesepak bola di Afrika Selatan. Sebelumnya, beberapa pemain asing juga pernah menjadi korban perampokan bersenjata di negara tersebut. Bagi para atlet yang berkarier di Liga Utama Afrika Selatan, risiko keamanan menjadi salah satu tantangan yang tak terhindarkan.
Tim nasional Zimbabwe, yang akrab disapa The Warriors, merespons insiden ini dengan mengunggah foto Lunga berdoa di media sosial disertai keterangan “In God we trust”. Baik Mamelodi Sundowns maupun federasi sepak bola Zimbabwe belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Bagi pembaca di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan atlet di luar negeri tidak selalu terjamin. Meskipun Afrika Selatan memiliki infrastruktur olahraga yang maju, angka kriminalitas yang tinggi kerap menjadi momok. Federasi sepak bola Indonesia dan klub-klub yang memiliki pemain asing diharapkan lebih proaktif dalam memberikan perlindungan dan edukasi keselamatan.
Ke depan, publik menanti langkah kepolisian Afrika Selatan dalam mengungkap motif dan menangkap pelaku. Akankah insiden ini mendorong peningkatan pengamanan bagi para atlet, atau justru semakin menghambat minat pemain asing untuk berkarier di sana? Pertanyaan itu masih menggantung.



