Como Siapkan Tawaran €35 Juta untuk Chalobah, Buru Liberali dari Catanzaro
Baca dalam 60 detik
- Como mengincar gelandang Italia Mattia Liberali dengan negosiasi tahap lanjut, sementara bek Chelsea Trevoh Chalobah menjadi target utama dengan nilai tawaran mencapai €35 juta.
- Klub promosi Serie A ini berhasil finis keempat musim lalu dan lolos ke Liga Champions, mendorong belanja besar-besaran untuk memperkuat skuad asuhan Cesc Fabregas.
- Perekrutan pemain Italia menjadi prioritas Como untuk memenuhi regulasi domestik, sementara Nico Paz ditebus permanen dari Real Madrid seharga €60 juta.

Como 1907, klub promosi Serie A yang musim lalu mengejutkan dengan finis keempat dan tiket Liga Champions, terus agresif di bursa transfer. Direktur Olahraga Carlalberto Ludi mengonfirmasi negosiasi untuk gelandang Catanzaro, Mattia Liberali, sudah memasuki tahap akhir, sementara bek Chelsea Trevoh Chalobah menjadi target berikutnya dengan nilai tawaran yang diperkirakan mencapai €35 juta.
Dalam sebuah acara amal di Forte dei Marmi, Ludi menyatakan kepada Sky Sport Italia bahwa Liberali, yang dibanderol €6 juta, dianggap memiliki karakteristik ideal untuk gaya bermain pelatih Cesc Fabregas. “Kami berada di tahap yang cukup maju untuk Liberali. Dia talenta Italia, dan kami merekrutnya karena kami pikir dia cocok dengan sepak bola ala Cesc,” ujar Ludi. Meskipun AC Milan menawarkan gaji lebih tinggi, Liberali dikabarkan memilih bergabung dengan Como demi kesempatan bekerja dengan Fabregas.
Selain Liberali, Como juga bersaing dengan Inter Milan untuk mendapatkan Trevoh Chalobah. Dua tawaran awal telah ditolak Chelsea, namun Como dijadwalkan mengajukan proposal baru minggu depan senilai €30 juta plus €5 juta bonus. Ludi hanya berkomentar singkat, “Chalobah adalah pemain yang sangat kuat.” Jika terealisasi, transfer ini akan menjadi rekor pembelian Como.
Kebijakan belanja besar Como tidak lepas dari ambisi menjadi kekuatan baru di Eropa. Namun, Ludi mengakui timnya belum siap sepenuhnya untuk Liga Champions. “Kami belum siap untuk Liga Champions, tapi kami akan bekerja keras untuk memastikan kesiapan saat waktunya tiba,” katanya. Perekrutan pemain Italia seperti Liberali juga penting untuk memenuhi kuota pemain lokal yang diwajibkan regulasi Serie A.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Como menjadi contoh bagaimana klub dengan sejarah sederhana bisa bertransformasi berkat investasi cerdas dan daya tarik pelatih bintang. Fabregas, yang pensiun sebagai pemain top, kini membangun reputasi sebagai pelatih muda menjanjikan. Kehadirannya menjadi magnet bagi talenta muda seperti Liberali dan Paz, yang lebih memilih proyek jangka panjang ketimbang gaji instan.
Ke depan, Como harus menyeimbangkan belanja besar dengan pembangunan skuad berkelanjutan. Apakah mereka akan mampu bersaing di Liga Champions tanpa mengorbankan stabilitas finansial? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa musim ke depan.



