Lukaku dan De Bruyne Bungkam Tim Howard: Epik Belgia vs AS di Piala Dunia 2014
Baca dalam 60 detik
- Belgia menyingkirkan AS di babak 16 besar Piala Dunia 2014 lewat gol Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku di perpanjangan waktu.
- Kiper AS Tim Howard mencatat rekor 16 penyelamatan, tetapi dua gol Belgia dalam 12 menit memupus harapan timnya.
- Kemenangan ini mengantarkan Belgia ke perempat final melawan Argentina, sementara AS pulang dengan kebanggaan meski kalah.

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2014 antara Belgia dan Amerika Serikat di Arena Fonte Nova, Salvador, menyajikan drama yang tak terlupakan. Dalam laga yang berlangsung 120 menit, Belgia akhirnya menang 2-1 berkat gol Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku di babak perpanjangan waktu, meskipun kiper AS Tim Howard tampil luar biasa dengan 16 penyelamatan—rekor terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Belgia, yang lolos sebagai juara Grup H dengan kemenangan sempurna, menghadapi perlawanan sengit dari AS yang secara mengejutkan finis kedua di Grup G—dijuluki grup neraka—di atas Portugal dan Cristiano Ronaldo. Pelatih Belgia Marc Wilmots mengambil risiko dengan mencadangkan Romelu Lukaku yang kurang tajam dan memberikan start pertama turnamen kepada Divock Origi yang berusia 19 tahun. Sementara itu, pelatih AS Jurgen Klinsmann melakukan perubahan taktis dengan menurunkan Geoff Cameron dan Alejandro Bedoya, serta menyatakan "kami tidak takut sama sekali."
Sejak detik ke-38, Origi sudah menguji Howard dengan tembakan keras. Sepanjang 90 menit, Belgia mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang, namun Howard—dengan tangan kiri, ujung jari, kaki, lutut, dada, bahkan sepatu—berhasil menggagalkan setiap percobaan. AS nyaris mencetak gol di masa injury time ketika Jermaine Jones mengirim umpan ke Chris Wondolowski, namun tembakannya meleset dari jarak dekat, membuat Klinsmann frustrasi.
Memasuki perpanjangan waktu, Wilmots memasukkan Lukaku, dan perubahan itu langsung terasa. Pada menit ke-93, Lukaku melepaskan diri dari Matt Besler di sisi kanan dan mengirim umpan silang. Omar Gonzalez menyentuh bola, tetapi De Bruyne mengambilnya, melewati Besler, dan melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang. Lukaku kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-105 setelah menerima umpan terobosan brilian dari De Bruyne, menyelesaikannya dengan tendangan keras dan mencium kamera.
AS tidak menyerah. Julian Green, yang baru masuk, mencetak gol voli pada menit ke-107 setelah umpan terobosan Michael Bradley, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, Belgia kembali mengancam, dan Courtois melakukan penyelamatan krusial saat menepis tembakan Clint Dempsey dari jarak dekat di menit-menit akhir. Skor bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Penampilan heroik Howard memicu trending topic #ThingsTimHowardCouldSave di Twitter, dengan warganet bercanda bahwa ia bisa menyelamatkan dinosaurus, Ned Stark, atau Titanic. Presiden AS Barack Obama bahkan menelepon Howard dan Dempsey keesokan harinya untuk memuji perjuangan tim. "Saya tidak tahu bagaimana kau akan bertahan dari kerumunan saat pulang, Tim. Kau harus mencukur jenggotmu agar mereka tidak mengenalimu!" kata Obama.
Bagi Howard, pertandingan itu menjadi momen yang mengubah pandangannya. "Untuk waktu yang lama saya naif tentang betapa pentingnya pertandingan ini bagi orang Amerika. Saya malu ketika orang mendekati saya untuk membicarakannya. Tapi sekarang saya bangga. Itu membuat orang Amerika bangga," ujarnya kemudian.
Kemenangan ini membawa Belgia ke perempat final melawan Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Namun, bagi AS, meski tersingkir, performa epik mereka—terutama Howard—telah merebut hati publik sepak bola Amerika dan dunia. Pertanyaannya kini: dapatkah AS membangun momentum ini untuk Piala Dunia 2026 yang akan mereka tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada?



