Maroko Hajar Kanada 3-0, Tim Tamu Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Maroko memastikan tiket perempat final setelah menundukkan Kanada 3-0 di Houston, menjadikan Kanada sebagai tuan rumah pertama yang gugur.
- Dua gol Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi membungkam perlawanan Kanada yang mendominasi babak pertama.
- Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi sepak bola Kanada, sementara Maroko bersiap menghadapi Prancis atau Paraguay.

Kanada harus mengakui keunggulan Maroko dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Houston, Sabtu (4/7) waktu setempat. Tim asuhan Jesse Marsch itu takluk dengan skor telak 0-3, sekaligus menjadi tuan rumah pertama yang tersingkir dari turnamen yang digelar bersama Amerika Serikat dan Meksiko.
Bermain di hadapan 68.777 penonton, Kanada sebenarnya tampil dominan sepanjang babak pertama. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk tendangan Tani Oluwaseyi yang digagalkan kiper Yassine Bounou pada menit ke-10. Namun, kegagalan Alistair Johnston memanfaatkan sepak pojok keempat menjadi awal keruntuhan. Maroko yang tampil kurang meyakinkan di babak pertama justru mampu mengubah ritme permainan setelah jeda.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengakui bahwa Kanada tampil impresif di babak pertama. "Mereka bermain dengan tekanan tinggi dan menguasai duel. Namun, kami bereaksi sangat baik di babak kedua dengan memanfaatkan ruang yang mereka tinggalkan," ujarnya. Keputusan Ouahbi menarik keluar Ismael Saibari yang cedera pada menit ke-20 dan memasukkan Soufiane Rahimi terbukti jitu. Rahimi langsung mengancam gawang Kanada melalui tendangan jarak jauh yang menjadi tembakan pertama Maroko tepat sasaran.
Gol pembuka Maroko lahir pada menit ke-50 melalui skema tendangan bebas. Achraf Hakimi mengirim umpan rendah ke kotak penalti, dan Azzedine Ounahi yang tidak terkawal langsung melepaskan tembakan first-time. Bola sempat melewati celah kaki Rahimi dan kiper Maxime Crepeau yang terhalang pemainnya sendiri. Gol kedua Ounahi pada menit ke-82 memanfaatkan serangan balik cepat, sebelum Rahimi menutup pesta dengan gol ketiga pada menit ke-98.
Bagi Kanada, kekalahan ini tentu menyakitkan. Pelatih Jesse Marsch tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya. "Kami telah memberikan segalanya. Para pemain sangat kecewa, tetapi saya tidak bisa lebih bangga. Kami harus terus berada di situasi seperti ini dan belajar untuk menang," kata Marsch. Kanada sebelumnya mencatat sejarah dengan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya setelah mengalahkan lawan di fase grup dan babak 32 besar.
Bagi Indonesia, perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan karena gaya bermain disiplin dan efektif yang mirip dengan filosofi pelatih Shin Tae-yong. Timnas Indonesia sendiri masih berjuang untuk menembus putaran final Piala Dunia. Keberhasilan Maroko, yang mayoritas penduduknya muslim, bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola di Tanah Air. Selain itu, performa gemilang pemain diaspora seperti Yassine Bounou (lahir di Montreal) menunjukkan pentingnya program naturalisasi yang terencana.
Maroko selanjutnya akan menghadapi pemenang antara Prancis dan Paraguay di perempat final. Dengan semangat juang tinggi dan taktik yang matang, bukan tidak mungkin Maroko mengulang pencapaian semifinalis Piala Dunia 2022. Pertanyaannya, mampukah mereka menembus tembok kokoh juara bertahan Prancis atau kejutan dari Paraguay?



