IHSG Menguat 2,46% di Sesi I, Asing Catat Net Buy Rp160 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 141,45 poin ke 5.886,01 pada akhir perdagangan sesi pertama Jumat (3/7/2026), didorong oleh aksi beli asing.
- Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp160,3 miliar di seluruh pasar, dengan total foreign buy Rp1,9 triliun dan foreign sell Rp1,8 triliun.
- Meski indeks menguat, nilai transaksi masih rendah di Rp6,42 triliun, mengindikasikan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (3/7/2026), dengan penguatan signifikan sebesar 141,45 poin atau 2,46% ke level 5.886,01. Momentum ini tidak terlepas dari aksi beli investor asing yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp160,3 miliar di seluruh pasar, menandai kembalinya kepercayaan asing terhadap pasar modal Indonesia setelah beberapa pekan tertekan.
Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 535 emiten mencatatkan kenaikan, sementara hanya 135 saham yang tertekan dan 289 lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar pun terkerek menjadi Rp10.308 triliun. Namun, nilai transaksi yang masih rendahโhanya Rp6,42 triliun dengan volume 10,98 miliar sahamโmenunjukkan bahwa penguatan ini belum didukung oleh partisipasi ritel yang optimal. Hal ini menjadi catatan penting bagi investor bahwa momentum bullish saat ini masih rapuh dan perlu dikonfirmasi oleh peningkatan likuiditas.
Dari sisi investor asing, total foreign buy mencapai Rp1,9 triliun, sementara foreign sell sebesar Rp1,8 triliun. Artinya, aliran dana asing masuk cukup deras, terutama ke saham-saham berkapitalisasi besar. Meski data spesifik saham yang paling banyak dibeli belum dirilis, pola net buy asing biasanya menyasar emiten perbankan, infrastruktur, dan konsumer yang memiliki fundamental kuat. Bagi investor domestik, pergerakan ini bisa menjadi sinyal awal pemulihan, tetapi tetap perlu waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek.
Konteks domestik patut dicermati: penguatan IHSG terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan tetap akomodatif, serta data inflasi yang mulai terkendali. Namun, risiko eksternal masih membayangi, terutama dari kebijakan moneter global yang ketat. Investor asing yang masuk hari ini kemungkinan memanfaatkan valuasi murah setelah koreksi sebelumnya, namun aksi jual masih mungkin terjadi jika sentimen global memburuk.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi minggu depan, termasuk neraca perdagangan dan cadangan devisa. Jika aliran asing konsisten masuk, IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000. Namun, jika transaksi harian tetap rendah, penguatan ini hanya bersifat teknis dan belum mencerminkan pemulihan fundamental yang solid. Pertanyaan kuncinya: akankah investor asing terus menambah posisi di sesi berikutnya, atau ini hanya aksi jangka pendek?



