KAI Rombak Jajaran Direksi, Eks Bos Pelita Air Dendy Kurniawan Masuk Sebagai Direktur Komersial
Baca dalam 60 detik
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) merombak susunan direksi dan komisaris dalam RUPS Tahunan 30 Juni 2026, dengan mengubah nomenklatur sejumlah jabatan strategis.
- Dendy Kurniawan, mantan Direktur Utama Pelita Air dan Presiden Direktur AirAsia Indonesia, diangkat sebagai Direktur Komersial KAI.
- Perubahan ini tidak berdampak material pada operasional perusahaan, namun menandai langkah KAI memperkuat sisi komersial dan tata kelola.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengumumkan perombakan besar-besaran di jajaran direksi dan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada 30 Juni 2026. Keputusan ini tidak hanya mengubah susunan pengurus, tetapi juga menyesuaikan nomenklatur sejumlah posisi kunci sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7/2026), manajemen KAI menyebutkan bahwa pemegang saham menyetujui perubahan nama jabatan Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha menjadi Direktur Komersial. Posisi ini kini diisi oleh Dendy Kurniawan, figur yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Pelita Air dan Presiden Direktur AirAsia Indonesia. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat pendapatan non-tiket dan layanan komersial KAI di tengah persaingan moda transportasi.
Perubahan nomenklatur lainnya mencakup Direktur Operasi menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 1, serta Direktur Keselamatan dan Keamanan menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 2. Jabatan Direktur Pengelolaan Sarana Prasarana diubah menjadi Direktur Pengelolaan Sarana, sementara Direktur SDM dan Kelembagaan berubah menjadi Direktur Sumber Daya Manusia. Penyesuaian ini, menurut manajemen, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas di setiap lini.
Seiring perubahan tersebut, sejumlah direktur mendapatkan penugasan baru. Awan Hermawan Purwadinata yang sebelumnya menjabat Direktur Operasi kini menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 1. Dadan Rudiansyah, yang sebelumnya menjabat Direktur Keselamatan dan Keamanan, beralih menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 2. Sementara Atih Nurhayati, yang sebelumnya menjabat Direktur SDM dan Kelembagaan, mendapat penugasan baru sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.
Manajemen KAI menegaskan bahwa perubahan susunan pengurus ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap perseroan. Kegiatan usaha dipastikan tetap berjalan normal dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Meski demikian, langkah ini dipandang sebagai upaya KAI untuk merespons dinamika bisnis yang semakin kompetitif, terutama setelah pandemi yang mengubah pola mobilitas masyarakat.
Bagi pembaca di Indonesia, perombakan ini memiliki arti penting. Dengan masuknya Dendy Kurniawan yang memiliki pengalaman di industri penerbangan, KAI diharapkan dapat mengadopsi praktik komersial yang lebih agresif, seperti pengelolaan tarif dinamis, optimalisasi aset non-kereta, dan peningkatan layanan pelanggan. Hal ini sejalan dengan tren global di mana operator kereta api mulai meniru strategi maskapai penerbangan berbiaya rendah untuk meningkatkan pendapatan.
Susunan direksi KAI yang baru terdiri dari 10 orang: Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama, Dody Budiawan sebagai Wakil Direktur Utama, dan delapan direktur lainnya yang mencakup bidang komersial, operasi, sarana, perencanaan strategis, SDM, portofolio dan TI, serta keuangan. Sementara dewan komisaris dipimpin oleh Said Aqil Siroj sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen, didampingi tujuh komisaris lainnya.
Ke depan, tantangan utama KAI adalah menjaga momentum pertumbuhan penumpang dan kargo, sambil berinvestasi pada digitalisasi dan keselamatan. Pertanyaan yang mengemuka: apakah langkah restrukturisasi ini cukup untuk mendongkrak pangsa pasar KAI melawan moda transportasi lain yang semakin inovatif?



