Paspor Thailand Makin Bertenaga: 35 Negara Bebas Visa di 2026
Baca dalam 60 detik
- Thailand memperbarui daftar negara bebas visa untuk paspor biasa, mencakup 35 destinasi pada 2026.
- Lama tinggal bervariasi dari 14 hingga 365 hari, dengan beberapa negara menerapkan kebijakan sementara.
- Bagi Indonesia, daftar ini menjadi tolok ukur daya saing paspor di kawasan ASEAN.

Kementerian Luar Negeri Thailand, melalui Departemen Urusan Konsuler, merilis daftar terbaru negara dan wilayah yang memberikan bebas visa bagi pemegang paspor biasa Thailand pada 2026. Sebanyak 35 destinasi tercantum dalam daftar tersebut, menandai perluasan akses perjalanan bagi warga Thailand di tengah persaingan ketat pariwisata global.
Dalam daftar yang diperbarui, Jepang menjadi salah satu destinasi menarik dengan izin tinggal 15 hari, namun kebijakan ini bersifat sementaraโberlaku mulai 1 Juli 2025 hingga 1 Agustus 2026. Sementara itu, Myanmar membuka pintu selama 14 hari, tetapi hanya melalui bandara internasional. Taiwan juga memberikan fasilitas serupa selama 14 hari, dengan masa berlaku 1 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2026. Negara-negara lain menawarkan masa tinggal hingga 365 hari, memberikan fleksibilitas bagi pelancong Thailand.
Kebijakan bebas visa ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata Thailand yang tengah berupaya memulihkan diri pascapandemi. Dengan meningkatnya mobilitas warga Thailand, diharapkan terjadi peningkatan kunjungan ke luar negeri yang pada gilirannya mendorong kerja sama bilateral. Namun, pelancong diingatkan untuk selalu memeriksa syarat terkini sebelum berangkat, karena kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu.
Bagi Indonesia, daftar ini menjadi cermin daya saing paspor di kawasan. Paspor Indonesia saat ini menempati peringkat lebih rendah dibandingkan Thailand dalam hal akses bebas visa. Menurut analis perjalanan, langkah Thailand ini dapat mendorong negara-negara ASEAN lain, termasuk Indonesia, untuk memperkuat diplomasi visa guna meningkatkan mobilitas warganya. "Thailand menunjukkan bahwa negosiasi bilateral yang efektif dapat membuka lebih banyak pintu bagi warga negaranya," ujar seorang pengamat hubungan internasional.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Indonesia akan mengikuti jejak Thailand dengan memperluas perjanjian bebas visa. Dengan potensi ekonomi dan pariwisata yang besar, peningkatan akses visa bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor perjalanan dan bisnis lintas batas. Namun, hal ini membutuhkan komitmen politik dan diplomasi yang kuat dari pemerintah.



